Tanda-Tanda Orang yang Mempunyai Kecerdasan Spiritual

Pondok Tebuireng Jombang, Akhmad Muhaimin Azzet, amazzetOrang yang mempunyai kecerdasan spiritual, ketika menghadapi persoalan dalam hidupnya, tidak hanya dihadapi dan dipecahkan dengan rasional dan emosional saja, akan tetapi ia menghubungkannya dengan makna kehidupan secara spiritual. Sehingga, langkah-langkahnya lebih matang dan bermakna dalam kehidupan.

Menurut Danah Zohar dan Ian Marshal, setidaknya ada sembilan tanda bagi orang yang mempunyai kecerdasan spiritual, yakni sebagai berikut:

1. Kemampuan Bersikap Fleksibel

Orang yang mempunyai kecerdasan spiritual yang tinggi ditandai dengan sikap hidupnya yang fleksibel atau bisa luwes dalam menghadapi persoalan. Fleksibel di sini bukan berarti munafik atau bermuka dua. Fleksibel juga bukan berarti tidak mempunyai pendirian. Akan tetapi, ini lebih karena pengetahuannya yang luas dan dalam serta perwujudan dari hati yang tidak kaku.

Orang yang fleksibel semacam ini lebih mudah menyesuaikan diri dalam berbagai macam situasi dan kondisi. Orang yang fleksibel juga tidak mau dalam memaksakan kehendak dan tak jarang tampak mudah mengalah dengan orang lain. Meskipun demikian, ia mudah untuk bisa menerima kenyataan dengan hati yang lapang.

2. Tingkat Kesadaran yang Tinggi

Orang yang mempunyai tingkat kesadaran yang tinggi berarti ia mengenal dengan baik siapa dirinya sendiri. Orang yang demikian lebih mudah mengendalikan diri dalam berbagai situasi dan keadaan; termasuk dalam mengendalikan emosi. Dengan mengenal diri sendiri secara baik maka seseorang lebih mudah pula dalam memahami orang lain. Dalam tahap spiritual selanjutnya, lebih mudah baginya untuk mengenal Tuhannya.

Dalam menghadapi persoalan hidup yang semakin kompleks, kemampuan untuk mempunyai tingkat kesadaran yang tinggi ini sangat penting sekali. Tidak mudah baginya untuk putus asa. Jauh dari kemarahan, sebaliknya sangat dekat dengan keramahan. Orang yang semacam ini tidak mungkin mendapatkan julukan sebagai orang yang tidak tahu diri dari orang lain.

3. Kemampuan Menghadapi Penderitaan

Tidak banyak orang yang bisa menghadapi penderitaan dengan baik. Pada umumnya manusia ketika dihadapkan dengan penderitaan akan mengeluh, kesal, marah, atau bahkan putus asa. Akan tetapi, orang yang mempunyai kecerdasan spiritual yang baik akan mempunyai kemampuan dalam menghadapi penderitaan dengan baik.

Kemampuan menghadapi penderitaan ini didapatkan karena seseorang mempunyai kesadaran bahwa penderitaan ini terjadi sesungguhnya untuk membangun dirinya agar menjadi manusia yang lebih kuat. Ia juga mempunyai kesadaran bahwa orang lain yang lebih menderita darinya ternyata masih banyak. Ternyata, ia tidak sendirian dalam menghadapi penderitaan. Lebih dari itu, ia juga menemukan hikmah dan makna hidup dari penderitaan yang sedang dihadapinya.

4. Kemampuan Menghadapi Rasa Takut

Setiap orang pasti mempunyai rasa takut, entah sedikit atau banyak. Takut terhadap apa saja, termasuk menghadapi kehidupan. Dalam menghadapi rasa takut ini, tidak sedikit dari manusia yang dijangkiti oleh rasa khawatir yang berlebihan; bahkan berkepanjangan. Padahal, hal yang ditakutkan itu belum tentu terjadi. Takut menghadapi kemiskinan, misalnya, bila berlebihan maka rasa takut itu bisa membuat seseorang lupa terhadap hukum dan nilai. Akhirnya, dalam rangka supaya hidupnya tidak miskin, tak segan ia menipu, berbohong, mencuri, atau melakukan korupsi.

Tidak demikian dengan orang yang mempunyai kecerdasan spiritual yang tinggi. Ia bisa menghadapi dan mengelola rasa takut itu dengan baik. Dengan sabar ia akan menghadapi segala sesuatu. Kesabaran dalam banyak hal memang bisa bermakna sebagai keberanian seseorang dalam menghadapi kehidupan. Hal ini bisa terjadi karena orang yang mempunyai kecerdasan spiritual mempunyai sandaran yang kuat dalam keyakinan jiwanya.

Demikian empat tanda bagi orang yang mempunyai kecerdasan spiritual menurut Danah Zohar dan Ian Marshal. Semoga di kesempatan berikutnya saya dapat menguraikan lima tanda yang lainnya.

Salam Pendidikan Indonesia,
Akhmad Muhaimin Azzet

This entry was posted in Pendidikan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

50 Responses to Tanda-Tanda Orang yang Mempunyai Kecerdasan Spiritual

  1. Anton says:

    jadi introspeksi buat diriku tadz…apakah sudah memiliki kecerdasan spiritual atau blm hehehe…Maturnuwun…ditgg lima tanda berikutnya tadz..

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama, Mas Anton, sesungguhnya ini juga dalam rangka memperbaiki diri sendiri juga agar lebih bermakna lagi hidup ini. Semoga tak lama lagi lima tanda berikutnya yaa.

  2. Lidya says:

    sesekali saya suka mengeluh juga pak, semoga mulai saat ini bisa memperbaiki diri

  3. Deden sopandi says:

    Syukron ustadz atas kirimannya…smoga Ustadz diberikan Umur dan Kesehatan yg berkah

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama-sama, Mas Deden Sopandi, makasih banyak juga yaaa telah berkunjung kemari. Makasih juga atas doanya. semoga demikian dengan panjenengan. aamiin…

  4. saat kita bisa mengenali diri sendiri dengan baik dan jelas, disaat itulah kesadaran muncul bahwa sejatinya kita bukanlah siapa-siapa di dunia ini, melainkan kita hanyalah seorang hamba yang dititipkan dalam kehidupan sementara di permukaan bumi ALLAH, untuk kelak dimintai pertanggungjawaban di akhirat….
    keep happy blogging always..salam dari Makassar πŸ™‚

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Saya setuju banget itu, pak hariyanto. Bagaimana seseorang bisa memperbaiki diri dan lingkungannya jika pada diri sendirinya saja tidak memahami.

      keep happy blogging juga ya, Pak.

  5. kang haris says:

    Semoga saya bisa memiliki SQ yang baik. Karena selain IQ dan EQ, kita juga butuh SQ yang baik. Makasih ustadz atas penjelasannya πŸ™‚

  6. manusia terkadang memiliki kemampuan untuk menghadapi penderitaan seberat apapun, dan selalu mendekatkan diri pada Allah SWT,
    namun terkadang manusia tak mampu menghadapi bila diberikan kenikmatan dan kemudahan, malah semakin menjauh dari Allah SWT,
    terimakasih atas pencerahannya,
    salam takzim dari Kalimantan Selatan

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Nah, itulah Mbak Wieka, semoga saat penuh dengan kenikmatan kita tidak lupa dan berubah menjadi sombong. Dalam buku terbaru (akan terbit bersama Pakde Cholik dan Bunda Lily) saya khusus mengupas soal ini di salah satu babnya.

  7. Pakde Cholik says:

    Dan baginya tidak ada istilah “tidak mungkin jika Allah menghendaki” ya mas
    Terima kasih pencerahannya
    Salam hangat dari Surabaya

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Pakde, selalu ada harapan karena telah bersandar kepada-Nya. Sama-sama, Pakde, makasih juga telah singgah kemari.
      Salam hangat dari Jogja.

  8. harus banyak belajar nih pak… saya masih sering ngeluh ini itu.. ihiks

  9. Wah, terimakasih sekali mas buat infonya… sungguh artikel yang bermanfaat.. πŸ™‚

  10. Kecerdasan spiritual bisa juga disebut juga penerapan dari logika Tuhan berdasarkan logika keimanan, di mana yang memiliki unsur dari penerapan hukum sebab akibat. Dan hal ini meruapak salah satu proses kehidupan yang harus di lewati dalam kehiduapn manusia di atas lempeng bumi ini ya Pak. Terimakasih atas berbagi ilmunya Pak.

    Salam

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Saya suka sekali dengan pemaknaan kecerdasan spiritual sebagaimana yang telah Pak Indra Kusuma Sejati sampaiakan. Makasih banyak ya, Pak.

  11. dani says:

    Terimakasih Pak Azzet, saya jadi malu karena kalo baca ini kok kayaknya ya jauh dari punya.. πŸ™
    Sekali lagi maturnuwun.. πŸ™‚

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Berarti sama neh, Mas Dani, saya juga dalam proses untuk menuju ke sana. Matur nuwun juga yaaa πŸ™‚

  12. Topics says:

    adalah hal luar biasa jika suau jiwa mau belajar agar mempunyai kecerdasan spiritual..

    salim

  13. mechta says:

    Trims, Pak… jadi catatan buat introspeksi diri… sudahkah aku mencukupi tanda2 itu? πŸ™‚

  14. Harus belajar lebih lagi nih biar bisa cerdas secara spiritual, makasih ustad share-nya :))

  15. keke naima says:

    saya harus banyak belajar untuk bisa cerdas spritual sepertinya πŸ™‚

  16. Lusi says:

    Susah itu mas, kudu sering2 berdiam berkomunikasi dengan sang pencipta supaya peka. Pergaulan sering menumpulkan ketajaman jiwa. Masih jauhlah saya dari kecerdasan spiritual heheheee…. Terlalu bawel. Makasih sharingnya, mengingatkan untuk instropeksi diri.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Meski susah, bukan berarti tidak mungkin ya, Mbak. Kalo begitu, mari menuju ke sana πŸ™‚

  17. semoga segera punya tanda2 itu pak, mulai membenahi diri. Agar lebih siap lagi menghadapi hidup dengan makna spiritual diri.

  18. Titik Asa says:

    Selalu tulisan Mas ini ringkas, lugas dan mengena ke sasaran.
    Saya sudah lua dgn teori-teori seperti ini. Jadi baca posting ini seakan saya diingatkan kembali.

    Terima kasih selalu berbagai kilatan-kilatan ilmu yg bermanfaat.

    Salam,

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Terima kasih banyak nggih, Pak Titik Asa, ini sekaligus mengingat kembali pelajaran lama, hehe… πŸ™‚

  19. Apakah orang yg religius sudah pasti cerdas secara spritual?

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Bila religius dalam arti yang sesungguhnya; ibadahnya baik yang disertai pula dengan pemahaman yang baik, tentu orang yang religius pasti cerdas spiritual.

  20. utami irga says:

    Super sekali..trima kasih ustadz ilmunya #menanti lima tanda berikutnya…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama-sama ya, Mbak Utami Irga, makasih pula telah singgah kemari πŸ™‚

  21. nh18 says:

    Menurut saya …
    orang yang kecerdasan spiritualnya tinggi …
    selalu positif … bersyukur …
    dan aura positifnya menyebar ke lingkungan di sekitarnya … sehingga orang-orang disekeliling selalu merasa nyaman bersamanya …

    Salam saya

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Naaah, saya setuju banget itu, Om Nh. Orang yang cerdas spiritual nyaman di dalam dirinya, nyaman pula orang-orang yang berada di sekitarnya.

      Salam dari Jogja ya, Om.

  22. dedekusn says:

    Masih harus terus belajar untuk bisa menjadi orang yang mempunyai kecerdasan spiritual tinggi, seperti yang diuraikan diatas. Terima kasih telah berbagi, terima kasih telah diingatkan.
    Salam!

  23. Fiz says:

    Terpaku pada poin pertama, fleksibel, tidak kaku. Ada yang bilang pohon bambu bisa dijadikan analogi. Saat terkena angin ribut, pohon bambu bisa mengikuti gerakan angin, tetapi akarnya masih tetap kokoh menahan tubuhnya tetap berdiri di atas tanah.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mas Fiz, fleksibel, tidak kaku, dan tetap berdiri di atas keyakinan atau prinsip yang kuat.

  24. Pingback: Tanda Cerdas Spiritual; Hidup Berkualitas dan Bermakna | Akhmad Muhaimin Azzet

  25. Sabrina says:

    Syukron ustadz atas kirimannya…smoga Ustadz diberikan Umur dan Kesehatan yg berkah

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *