Tanda Cerdas Spiritual; Hidup Berkualitas dan Bermakna

Akhmad Muhaimin Azzet, Kecerdasan Spiritual, amazzetDalam artikel sebelumnya, telah diuraikan empat tanda orang yang mempunyai kecerdasan spiritual menurut Danah Zohar dan Ian Marshal. Berikut adalah lima tanda yang lainnya.

1. Kualitas Hidup yang Diilhami oleh Visi dan Nilai

Tanda dari orang yang mempunyai kecerdasan spiritual adalah hidupnya berkualitas karena diilhami oleh visi dan nilai. Ya, visi dan nilai inilah hal yang termasuk bernilai mahal dalam kehidupan seseorang. Tidak jarang seseorang mudah terpengaruh oleh bujuk rayu karena memang tidak mempunyai visi dan nilai. Atau, mempunyai visi dan nilai, namun tidak mampu berpegangan dengan kuat.

Visi dan nilai dari seseorang bisa jadi disandarkan kepada keyakinan kepada Tuhan, atau bisa juga berangkat dari visi dan nilai yang diyakininya berangkat dari pengalaman hidup. Visi dan nilai yang dimiliki oleh seseorang bisa membuat hidupnya menjadi terarah, tidak goyah ketika menghadapi cobaan, dan lebih mudah dalam meraih kebahagiaan.

2. Enggan Menyebabkan Kerugian yang Tidak Perlu

Orang yang mempunyai kecerdasan spiritual yang baik akan enggan bila keputusan atau langkah-langkah yang diambilnya bisa menyebabkan kerugian yang tidak perlu. Hal ini bisa terjadi karena ia bisa berpikir lebih selektif dalam mempertimbangkan berbagai hal. Inilah yang sering disebut dalam ilmu manajemen sebagai langkah yang efektif.

Berpikir selektif dan menghasilkan langkah yang efektif sebagaimana tersebut penting sekali dalam kehidupan. Di samping bisa menghemat banyak hal, langkah yang demikian akan disukai oleh banyak orang karena tidak membuatnya dalam kerugian. Inilah hasil dari kecerdasan spiritual yang baik karena seseorang mempertimbangkannya dengan kekayaan jiwa.

3. Cenderung Melihat Keterkaitan Antara Berbagai Hal

Agar keputusan dan langkah yang diambil oleh seseorang dapat mendekati keberhasilan maka diperlukan kemampuan dalam melihat keterkaitan antara berbagai hal. Agar hal yang sedang dirpertimbangkan itu menghasilkan kebaikan maka sangat perlu melihat keterkaitan antara berbagai hal dalam sebuah masalah. Inilah cara pandang yang holistik.

Akan tetapi, tidak semua orang mempunyai kecenderungan untuk melihat keterkaitan antara berbagai hal dari sebuah kejadian yang sedang dihadapinya. Hanya orang-orang yang mempunyai kecerdasan spiritual yang mampu melakukannya. Sehingga, orang yang demikian akan tampak lebih matang dan berkualitas di berbagai hal dalam kehidupannya.

4. Cenderung Bertanya “Mengapa” atau “Bagaimana Jika”

Pertanyaan “mengapa” atau “bagaimana jika” biasanya dilakukan oleh seseorang untuk mencari jawaban yang mendasar. Inilah tanda bagi orang yang mempunyai kecerdasan spiritual yang tinggi. Sehingga, ia dapat memahami masalah dengan baik, tidak secara parsial, dan dapat mengambil keputusan dengan baik pula.

Pertanyaan “mengapa” atau “bagaimana jika” ini penting sekali agar seseorang tidak terjebak dalam satu masalah. Hal ini juga penting agar seseorang mempunyai banyak kemungkinan sebagai jalan keluar dalam menghadapi suatu masalah. Sungguh, ini penting sekali agar seseorang bisa merencanakan tujuan dengan baik demi mencapai sebuah keberhasilan.

5. Pemimpin yang Penuh Pengabdian dan Bertanggung Jawab

Apabila kita mencari seorang pemimpin maka carilah pemimpin yang mempunyai kecerdasan spiritual yang tinggi. Sebab, orang yang mempunyai kecerdasan spiritual yang tinggi akan bisa menjadi pemimpin yang penuh pengabdian dan bertanggung jawab.

Dalam konteks keindonesiaan, rasanya seperti mimpi untuk mempunyai pemimpin yang penuh pengabdian dan bertanggung jawab. Banyak orang berebutan untuk dipilih menjadi pemimpin, namun masih dipertanyakan bila kelak ia bisa menjadi pemimpin yang penuh pengabdian. Bagaimana ia bisa menjadi pemimpin yang penuh pengabdian, bila dalam proses pemilihan saja ia sudah menyuap para pemilih dengan amplop yang berisi uang.

Namun, kenyataan yang demikian jangan sampai membuat kita kehilangan jati diri dan menukarnya dengan lembaran uang. Jangan sampai pula membuat kita pesimis akan mempunyai pemimpin yang mempunyai kecerdasan spiritual yang tinggi, sehingga mempimpin dengan penuh pengabdian dan tanggung jawab. Masih ada pemimpin yang demikian. Setidaknya dalam level pemimpin kemasyarakatan yang tidak bersentuhan dengan kepentingan politik tertentu. Lebih dari itu, kenyataan ini adalah tantangan sekaligus tanggung jawab yang mulia dari orangtua agar bisa mengembangkan kecerdasan spiritual pada anak-anaknya.

Salam Pendidikan Indonesia,
Akhmad Muhaimin Azzet

This entry was posted in Pendidikan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to Tanda Cerdas Spiritual; Hidup Berkualitas dan Bermakna

  1. Anton says:

    Setuju dg ini tadz, “Bagaimana ia bisa menjadi pemimpin yang penuh pengabdian, bila dalam proses pemilihan saja ia sudah menyuap para pemilih dengan amplop yang berisi uang.”
    Kalo pemilihnya punya kecerdasan spiritual yang tinggi, ia pun ga bakalan milih pemimpin yg menyuap, dan bakalan ga jadi pemimpin, tapi nyatanya bisa jadi pemimpin. Jadi kesimpulannya, pemilih (masyarakat) kecerdasan spititualnya msh rendah, lha yg jadi pemimpin sebagian besar terjerat kasus korupsi. Apa bisa kesimpulan macam ini tadz hehehe…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Kesimpulannya memang bisa dibalik begitu, Mas Anton. Di sinilah sesungguhnya kita mempunyai tanggung jawab bersama, yang perlu kita mulai dari diri kita dan keluarga untuk membangun kecerdasan spiritual ini. Makasih banyak telah singgah kemari ya, Mas 🙂

  2. Pakies says:

    Saya sepakat, bahwa di negeri dengan banyaknya masalah yang dialami para pemimpin, masih ada pemimpin dan Insya Alloh calon pemimpin yang berkarakter dan berkualitas secara keilmuan dan spiritual yang mengedepankan makna amanah yang diembannya dan menjadi pemimpin yang ia jadikan jalan menuju ridho Alloh untuk kehidupan dunia dan akhirat. Insya Alloh ada yang seperti itu, seiring dengan perkembangan jaman. Membayangkan bagaimana Rasululloh SAW, dan para Sahabat begitu indahnya menomersatukan tugas kepemimpinannya dengan segenap jiwa raga dengan keikhlasan yang sangat luar biasa untuk diteladani.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Pak Ies, kita harus tetap mempunyai harapan atau rasa optimis bahwa pemimpin yang benar-benar pemimpin itu masih ada di negeri tercinta ini. Oleh media kadang kita dibuat pesimis bahwa seakan semua rusak. Oleh karena itu, sambil terus mengalir sesuai takdir-Nya dalam soal pemimpin, mari terus mengalir pula dalam melakukan perbaikan-perbaikan, baik itu pada diri sendiri, keluarga, sanak kerabat, dan sejangkau yang dapat kita lakukan. Semoga kita senantiasa dalam rahmat Allah Subhanu wa Ta’ala.

  3. whiz says:

    Jadi ingat metode riset yag saya gunakan dalam skripsi ‘Pangaruh SQ dalam Produktifitas Kerja Karyawan’.
    Karyawan yg memeliki SQ tinggi bisaenimbulkan peningkatan kerja yg signifikan, karena biasanya lebih disiplin dapam pengaturan waktu lebih2 yg muslim.

    Tidak mudah putis asa dan mengerjakan kerjaan sebagai aspek ibadah.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Saya setuju banget, Mas Whiz, demikianlah adanya bila kita teliti. Bahwa SQ mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan seseorang, termasuk dalam produktivitas kerja. Makasih banyak ya, Mas, telah ngeshare sebagian kecil kesimpulan risetnya di sini 🙂

  4. mechta says:

    Terimakasih pencerahannya, Pak Azzet… makin melengkapi kriteria yg ingin / akan terus diupayakan utk dicapai.. 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama-sama, Mbak Mechta, makasih juga telah singgah kemari ya. Dan mari kita berusaha agar mampu melengkapi kriteria kecerdasan spiritual dan bisa mencapainya.

  5. Tnda cerdas spiritual hidup dan bermakna ini bisa di jadikan refrensi contoh dan nasehat kebaikan untuk kita semua Pak. Semoga bermanfaat bagi para sahabat yang membacanya.

    Salam,

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Semoga ya, Pak Indra Kusuma Sejati, sungguh makasih banyak, aamiin….

  6. Semoga Alloh Ta’ala tetap mencurahkan barokah untuk hidup kita. 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Doa yang penting sekali itu, Mas Nuzulul Arifin. Aamiin ya Kariim….

  7. Lidya says:

    pertanyaan mengapa, bagaimana sering diucapkan oleh anak2 ya pak

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Berarti potensi cerdas secara sipiritual itu memang tampak semenjak anak-anak ya, Mbak Lidya.

  8. Masukan yang sangat berharga.. terima kasih pak ustadz.. 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama-sama, Ajo, makasih juga ya telah singgah kemari… 🙂