Kak Adin: Pendongeng yang Baik untuk Anak-Anak

Kak Adin in action di depan santri TPA Al-Muhtadin

Kak Adin di depan santri TPA Al-Muhtadin

Dalam mengelola Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al-Muhtadin, saya sering berhubungan dengan banyak pendongeng di Yogyakarta. Mengundang pendongeng ini penting agar anak-anak mendapatkan penyegaran dalam belajarnya. Biasanya dalam acara-acara khusus saya mengundang pendongeng, misalnya sepekan sekali dalam bulan Ramadhan untuk variasi mengaji selama sebulan penuh, juga pada hari-hari besar Islam. Di samping itu, saya juga sering diminta oleh pengelola PAUD dan TK yang tidak jauh dari tempat tinggal saya untuk mencarikan pendongeng.

Nah, salah satu pendongeng yang sering saya rekomendasikan adalah Kak Adin. Lelaki kelahiran Batang, 15 Oktober 1987, dan alumnus UIN Sunan Kalijaga yang mempunyai nama lengkap Muhtadin ini sangat piawai dalam mendongeng di depan anak-anak. Kenapa saya rekomendasikan sebagai pendongeng yang baik untuk anak-anak? Berikut alasan saya: Continue reading

Posted in Pendidikan | Tagged , , , , , , , , | 11 Comments

Betapa Penting Ikhlas Itu

Mari beribadah dengan ikhlas (foto jepretan akhmad muhaimin azzet)Dari Sulaiman bin Yasar, ia berkata, “Orang-orang meninggalkan Abu Hurairah, lalu Natil, seorang penduduk Syam, berkata kepadanya, ‘Wahai Syekh, ceritakan kepadaku sebuah hadits yang engkau dengar dari Rasulullah Saw.’

“Dia (Abu Hurairah) berkata, ‘Ya, aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda, ‘Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat kelak adalah orang yang mati syahid. Dia didatangkan, lalu ditanyakan tentang nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya, lalu ia pun mengakuinya. Continue reading

Posted in Hikmah | Tagged , , , , | 12 Comments

Rahasia Menulis Bukan Karena Materi, Tapi Untungnya Berlipat Mantap di Hati

Suatu kala Cak Fauzil—panggilan akrab saya kepada Mas Mohammad Fauzil Adhim, penulis buku-buku parenting—berkata kepada saya, “Cak, alangkah ruginya bila menulis hanya karena materi ya, apalagi di negeri ini penulis masih kurang dihargai.”

Ya, saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh Cak Fauzil tersebut. Hendaknya menulis bukan karena materi. Sebab, bila menulis dengan tujuan untuk mendapatkan materi, maka yang didapatkan hanya materi saja. Lalu, karena apa? Sudah tentu ada tujuan yang lebih besar dari itu, yang bermanfaat tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Yakni karena Allah Ta’ala. Continue reading

Posted in Menulis | Tagged , , , , | 21 Comments