Malam yang Romantis di Jogja Jelang Kopdar Blogger Nusantara 2013

2 Akhmad Muhaimin Azzet, suasana kopdar Pra Blogger Nusantara 2013 di Angkringan depan Kedaulatan Rakyat

Kopdar Angkringan depan Kedaulatan Rakyat Jogja

Beberapa hari sebelum diadakan Kopdar Blogger Nusantara di Jogja, Pakde Abdul Cholik sudah woro-woro akan mengadakan kopdar duluan, khususnya bagi sahabat blogger yang sering berlalu lintas di BlogCamp dan Warung Blogger. Acara ini dimaksudkan untuk menjalin keabraban sebelum kopdar besar-besaran tersebut. Melalui Facebook, Pakde mengumumkan kalau kopdar pemanasan ini diadakan pada hari Jum’at, 29 November 2013 pkl. 19.00 di Angkringan depan Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta.

Dengan naik sepeda motor saya meluncur ke lokasi. Di sana saya langsung bertemu dengan Pakde yang sedang duduk mengamati pasukan peserta kopdar yang sedang menyerbu angkringan dengan menu makanan khas rakyat Jogja. Pakde langsung memberikan hadiah topi kepada saya yang sudah disiapkan dari Surabaya. Sementara di dekat kasir (angkringannya pake kasir bro) sudah berdiri Mas Nuzulul Arifin untuk menghitung biaya. Maklum, malam itu sedang bertugas sebagai bendahara sang komandan 🙂 Continue reading

Posted in Kopdar | Tagged , , | 36 Comments

Nasionalisme dan Bangga Berbangsa Indonesia

Indonesia dari Balik Jendelaku, Abdul Cholik, Akhmad Muhaimin Azzet 1Judul Buku : Indonesia dari Balik Jendelaku
Penulis : Abdul Cholik
Penerbit : Sixmidad, Bogor
Tebal : 154 hlm.
ISBN : 978-602-97964-9-0

Setiap membaca berita atau melihat televisi ada pejabat yang terbukti melakukan tindak korupsi, sungguh saya prihatin. “Ini pejabat dibayar oleh negara setiap bulan, bahkan ada jaminan uang pensiun segala, kok ya tega-teganya melakukan korupsi. Sungguh kebangetan dan sama sekali tak punya jiwa nasionalisme,” demikian geregetan saya.

Setiap ada berita bahwa para wakil rakyat yang sering disebut sebagai “anggota dewan yang terhormat” itu melakukan studi banding ke luar negeri, atau betapa sebagian di antara mereka “seakan” bangga dengan barang-barang yang dimilikinya produk luar negeri, saya selalu membatin, “Ini orang dipilih sebagai wakil rakyat kok begitu ya, mestinya ia bangga sebagai bangsa Indonesia. Tidak ramai-ramai studi banding ke luar negeri untuk hal-hal yang mestinya bisa digali dan dipikirkan di dalam negeri.” Continue reading

Posted in Menulis | Tagged , , | 26 Comments

Kecerdasan Spiritual Tidak Berhubungan dengan Agama?

Akhmad Muhaimin Azzet mengaji bersama AjiSeseorang dinilai mempunyai kecerdasan spiritual apabila ia mampu memberikan makna dalam kehidupan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa spiritual berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan (rohani atau batin). Jadi, siapa pun dia, pemeluk agama yang taat atau bahkan seorang ateis, kalau mampu memberikan makna dalam kehidupannya, sehingga jiwanya mengalami kebahagiaan, berarti telah mempunyai kecerdasan spiritual.

Kecerdasan spiritual tidak berhubungan dengan agama, melainkan berhubungan erat dengan kejiwaan seseorang, demikian disimpulkan oleh banyak ahli psikologi dalam bidang ini. Jadi, tidak benar jika kecerdasan spiritual diartikan sebagai orang yang rajin melakukan ibadah, aktif datang ke sebuah pengajian, atau segala hal yang menyangkut agama. Continue reading

Posted in Pendidikan | Tagged , , | 61 Comments