Memahami Sosok Dajjal

senja, foto akhmad muhaimin azzetApabila informasi tentang Dajjal dipahami apa adanya sebagaimana zhahir hadits (pembahasan sebelumnya di sini), kita barangkali sudah bisa membayangkan bagaimana sosok Dajjal yang sesat dan menyesatkan itu. Tetapi, dalam risalah ini, tidak ada salahnya kita juga memahami tentang bagaimana sosok Dajjal dari pemaknaan yang berbeda.

Disampaikan oleh Nabi Saw. bahwa Dajjal adalah sosok yang buta mata sebelah kirinya. Ada yang memahami bahwa ini adalah kekuatan di akhir zaman yang mempengaruhi manusia untuk memandang sebelah mata terhadap kebenaran. Bahkan, mata buta itu dipahami sebagai buta terhadap agama. Lebih khusus lagi, ia buta atau menutup kebenaran yang ada dalam ajaran agama Islam. Continue reading

Posted in Zaman Akhir | Tagged , , | 30 Comments

Menjaga Diri Sebelum Menikah

menjaga cintaSeseorang yang secara usia sudah waktunya untuk menikah, namun merasa “belum siap” atau “belum mampu” untuk menikah, yang biasanya berkonotasi pada persoalan ekonomi, adalah alasan yang dapat dibenarkan menurut ajaran Islam. Dan, untuk menjaga atau meredam hawa nafsunya agar tidak terjerumus kepada cinta yang berlepotan dosa, maka ia mesti berpuasa sebagaimana yang diajarkan Nabi Saw.

Tetapi, bagaimanakah bila sebaliknya yang terjadi. Seorang muslim merasa belum mampu untuk menikah, tetapi ia justru tidak mau mengendalikan dirinya; yang salah satunya dengan jalan berpuasa. Beralasan belum mampu untuk menikah, tetapi hubungan yang dibangun dengan calon pasangannya sudah menjurus ke hubungan sebagaimana suami istri. Misalnya, berpelukan, berciuman, maupun ngamar berdua untuk melakukan hubungan badan. Bila kenyataan ini yang justru terjadi, sudah barang tentu sama sekali tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Orang yang demikian, belum tahu betapa indahnya cinta setelah menikah itu. Belum tahu betapa nikmatnya hubungan cinta di sebuah taman suci yang gerbangnya bernama pernikahan. Continue reading

Posted in Menikah | Tagged , , , | 63 Comments

Muhasabah Keikhlasan

foto jepretan akhmad muhaimin azzetAllah Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Hasyr [59]: 18)

Keikhlasan adalah hal yang sangat erat kaitannya dengan keselamatan hidup di akhirat kelak. Oleh karena itu, agar kita tidak menyesal di sebuah masa yang kita tidak mungkin untuk kembali dan memperbaiki diri, maka melakukan muhasabah pada setiap usai melakukan perbuatan adalah hal yang harus dilakukan. Apakah kebaikan yang telah dilakukannya sudah ikhlas karena Allah atau belum? Dari muhasabah yang dilakukan secara rutin itu akhirnya kita dapat memperbaiki diri. Continue reading

Posted in Hikmah | Tagged , , | 50 Comments

Langkah Mudah Menerbitkan Buku

di antara buku karya akhmad muhaimin azzetDalam tulisan saya sebelumnya yang berjudul Tips Mudah Menulis Buku: Menuangkan Ide Sederhana, ada komentar dari Mbak Mechta begini:

Trims tipsnya mas… mencerahkan.. 🙂 Kalau bisa ada tulisan lanjutan ttg langkah2 yg dilakukan dalam upaya mewujudkan sebuah buku ya mas…

Kemudian saya menjawab:

Sama-sama, Mbak Mechta, makasih juga atas kunjungannya. Ohya, semoga bisa ya, Mbak, di kesempatan yang lain.

Eee, Pakde Cholik nambah komentar begini:

besok mbuatnya, jangan ditunda-tunda, gak ilok

Maka, tak ada alasan bagi saya untuk tidak membuat tulisan sebagaimana permintan Mbak Mechta dan menundanya. Sungguh, saya takut gak ilok. Continue reading

Posted in Menulis | Tagged , , | 53 Comments

Tips Mudah Menulis Buku: Menuang Ide Sederhana

Menulis buku dan diterbitkan tentu menjadi cita-cita tidak sedikit dari para sahabat yang sudah jatuh cinta dengan dunia menulis. Namun, memulai untuk menulis buku, tidak jarang merupakan pekerjaan yang tidak mudah bagi sebagian sahabat.

Berangkat dari pengalaman menulis, tidak mudahnya untuk menulis buku biasanya kita sudah punya bayangan terlebih dahulu untuk menulis sesuatu yang hebat dan besar. Sehingga, pikiran kita hanya kesana-kemari untuk berpikir dan bertanya, “Menulis apa ya? Tentang ini sudah ada. Tentang itu, masak sih?” Dan seterusnya. Continue reading

Posted in Menulis | Tagged , , , , | 55 Comments