Tips Mudah Menulis Buku: Menuang Ide Sederhana

Menulis buku dan diterbitkan tentu menjadi cita-cita tidak sedikit dari para sahabat yang sudah jatuh cinta dengan dunia menulis. Namun, memulai untuk menulis buku, tidak jarang merupakan pekerjaan yang tidak mudah bagi sebagian sahabat.

Berangkat dari pengalaman menulis, tidak mudahnya untuk menulis buku biasanya kita sudah punya bayangan terlebih dahulu untuk menulis sesuatu yang hebat dan besar. Sehingga, pikiran kita hanya kesana-kemari untuk berpikir dan bertanya, “Menulis apa ya? Tentang ini sudah ada. Tentang itu, masak sih?” Dan seterusnya.

Menurut saya, tulis saja hal-hal yang sederhana, yang dekat dengan hidup kita, atau bahkan tentang yang kita hadapi setiap hari. Hilangkan segala pikiran, masak sih nulis yang “sederhana” gini? Sebab, nulis sesuatu yang “besar” itu nanti saja, kalau kita sudah banyak berkarya. Sekarang, yang penting kita mulai nulis dulu.

Apakah Nulis yang Sederhana Diminati Pembaca?

Saya mempunyai pengalaman soal ini, yakni ketika menulis buku yang berjudul Tuntunan Shalat Fardhu dan Sunnah. Waktu itu saya berpikir, menulis buku tentang shalat adalah hal yang sederhana. Mengapa? Karena sejak kecil saya sudah diajari ibuk dan guru-guru saya. Orang-orang Islam pun sudah banyak yang hafal tentang shalat. Dan, yang paling penting, di toko-toko buku tentu sudah banyak buku yang membahas shalat.

08 Tuntunan Shalat Fardhu dan Sunnah
Namun, dengan bismillah saya tetap menulis buku tentang shalat. Saya mencoba untuk menulis buku tentang shalat secara urut dari pendahuluan, bersuci, shalat fardhu, maupun bermacam shalat sunnah. Saya baca banyak buku tentang shalat yang sudah ada: saya pelajari kelebihan dan kekurangannya, lalu saya menyusun buku tersebut agar lebih mudah bagi pembaca, bahkan awam sekalipun.

Setelah buku selesai ditulis dan diterbitkan, apa yang terjadi? Alhamdulillah buku tersebut juga diserap dengan baik oleh pasar atau pembaca. Apa buktinya? Buku tersebut mengalami cetak ulang beberapa kali, bahkan beberapa kali pula buku tersebut disebarkan ke sekolah-sekolah di Indonesia oleh dinas pendidikan.

Oleh karena itu, duhai pembaca yang budiman, jangan berlama-lama berhenti dan merenung-renung “menulis apa ya”? Segera pilih tema sederhana saja yang paling Anda minati, lalu “bismillah…” menulis dari sekarang juga.

Segera nikmati sensasi lancarnya ide ketika sudah mulai dituangkan dalam bentuk tulisan, yang dalam bahasa Pakde Cholik akan mengalir lancar brudul…brudul…. Kenapa demikian, karena kita menulis hal yang sederhana, yang nggak sulit dan rumit-rumit, yang penting semoga bermanfaat bagi pembaca tercinta.

Salam semangat menulis,
Akhmad Muhaimin Azzet

This entry was posted in Menulis and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

55 Responses to Tips Mudah Menulis Buku: Menuang Ide Sederhana

  1. Heri Purnomo says:

    wah menarik sekali pak Ahmad. Saya juga sedang belajar menulis apa saja nih. siapa tahu berkat motivasi pak Ahmad, bisa niru buat buku juga.
    lagi belajar membuat cerpen nih pak. cerpen religi mungkin ya. jika berkenan mohon saran dan kritiknya ya pak.
    http://heripurnomo.web.id/?p=689

    terima kasih sebelumnya.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Wah…, sama-sama, Pak Heri, sesungguhnya saya juga masih belajar dan belajar. Maka, mari saling menyemangati ya, hehe…

      Makasih undangannya ya, Pak, langsung meluncur ke tekape.

  2. duh, komentar apa ya? pilihan katanya bagus ga ya? tar komenku dibales ga ya? hehe…tulisan sederhana yang mencerahkan, Mas. Terima kasih 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Bahkan, menulis komentar saja kadang kita berpikir seperti itu ya, Mas, hehehe…. 🙂

      Sama-sama, Mas, saya makasih banyak atas kunjungannya.

  3. alaika says:

    tips yang sangat menginspirasi pak Ustadz…. bener banget, mulailah dari yang paling sederhana, singkirkan pemikiran yang justru menghambat kita untuk memulainya…
    nice share. 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Makasih banyak ya, Mbak Al, yang sederhana tapi berguna tentu juga membahagiakan ya, Mbak 🙂

  4. Pakde Cholik says:

    Benar mas. Tulis ae wis. Ketika saya membolak-balik buku yang ada di toko buku kadang saya nggumun:” Tulisan gini kok laris pwol ya sampai ada jilid 1,2,3,4. Nek gini saja aku yo iso” ha ha ha ha.

    Yang menjadi masalah adalah : kita baru bilang :” Nek ngene ae aku yo iso”, sedangkan mereka sudah melakukannya.

    Brudul..brudul itu benar adanya. Makanya saya agak mangkel kalau sedang brudul-brudul terus ada suara :”Mbahkung sarapan dulu”. langsung mak ngek. Mandek aliran hurufnya.

    Empu Sedah dan Empu Panuluh yang nggak punya komputer saja bisa membuat Kakawin Bharatayudha, mosok kita nggak bisa nulis fiksi sih.

    Matur nuwun tipsya

    Salam hangat dari Surabaya

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Wah…, perasaan seperti itu juga sering saya rasakan, Pakde, ketika membuka-buka buku di toko buku. “Nek ngene ae kayane aku ya iso dueh….” Tapi, komentar itu setelah orang lain sudah melakukan, hehe…

      “Mbah Kung…, sarapan dulu…” Hahaha…, sarapn juga penting lho, Pakde, agar tambuh brudul… brudul…. 🙂

      Salam hangat juga dari Jogja.

  5. Betul sekali p’Ustadz sepertinya saya juga harus memulai sesuatu ide yang sederhana, terkadang ingin menulis sesuatu yang kompleks, eh….malah jadi ribet dan akhirnya malas buat postingan.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mas Budi, kalo begitu, yuk… kita nulis yang sederhana-sederhana saja, yg penting bermanfaat buat pembaca.

  6. Duh,
    tips yang simple tapi bermakna mas Akhmad 🙂

    Kadang kita emang suka kebanyakan mikir dan njelimet sendiri kalo mau nulis yah…
    Padahal nulis yang simpele aja mungkin lebih berarti 🙂

    Makasih buat tips nya yah mas 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Makasih banyak ya, Teh, semoga demikian. Sebab, bila nulis yang “besar” malah ga jadi-jadi itu tulisan, hehe… Seiring dengan berjalannya waktu, kemampuan yang terasah itu semoga meski menulis yang sederhana, akan bermakna besar bagi pembacanya.

  7. Ngikik baca komennya Mbah Kung
    Makasi sharingnya Pak
    Kita kadang mikir ide2 hebat dulu tapi malah gak nulis2 ya 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mbak Esti, pancen ana bae Mbah Kung gawe seger suasana, hehe…

      Sama-sama, Mbak, semoga jadi semangat bagi kita semua.

  8. Mechta says:

    Trims tipsnya mas… mencerahkan.. 🙂 Kalau bisa ada tulisan lanjutan ttg langkah2 yg dilakukan dalam upaya mewujudkan sebuah buku ya mas…

  9. niken says:

    Kalau baca tips ini sebetulnya buat buku itu… just like that (sambil menjentikkan jari)… Apa iya yaa… ? Hmmmm…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Bu Niken, sebenarnya mudah, maka jangan kita persulit, hehe 🙂 Sebab, semua itu hanya berawal dari satu kalimat, kemudian kita melanjutkan menjadi sehalaman, dua halaman, dst.

  10. Guru Muda says:

    Kadang masih ada ganjalan untuk menulis buku. Tapi, ketika membaca buku orang lain, saya sering berkata,”saya juga bisa menulis buku seperti ini”

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Dan, ganjalan itu yang perlu dibenahi ya, Mas, hehe…. Makasih banyak yaaa…

  11. kakaakin says:

    Alasan saya: Belum ada waktu. Padahal, sebenarnya cuma masih malas saja. Hehe…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Padahal kalo mau setiap ba’da shalat shubuh satu halaman saja, tentu sudah lumayan ya, Mbak.

  12. Abu Hafs says:

    Menulis buku sepertinya memang mudah, tp amanahnya itu yg sulit.
    Semoga kita selalu dikaruniai oleh Allah subhanahu wa ta’aalaa sifat aman dlm segala aktivitas. Amiin!

    Sukses selalu buat ust.Ahmad 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, Akhi, maka sangat perlu bagi kita untuk menata niat yang benar ketika akan menulis. Setelah menata niat yang kuat, lalu menulis, sambil terus berusaha dan berdoa agar dimudahkan oleh Allah Ta’ala dalam menjaga amanah.

      Makasih ya, Mas, semoga sukses juga buat panjenengan.

  13. Memulai dari hal yang sederhana ya Kang, dan biarkan mengalir seperti air yang alami.

    Sukses selalu
    Salam Wisata

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Sahabat Ejawantah Wisata, yang sederhana saja, biar mengalir seperti air alami: menyegarkan.

      Sukses juga ya…
      Slama dari Jogja.

  14. Yudhi Hendro says:

    satu contoh yg bagus ya Pak Ustad. Menulis yg sederhana, mudah dipahami dan hasilnya luar biasa

  15. terimakasih Ustz.
    jadi ingat tulisan sederhana saya,,entah bagaimana nasibnya nanti ^-^
    menyempatkan diri untuk menulis, dan terus menulis walaupun sangat sederhana..

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama-sama, Mbak Ummu El Nurien, makasih juga telah singgah kemari. Semoga tulisan Mbak, yang meski sederhana, akan bermanfaat bagi banyak pembaca.

  16. menulis yang ada di sekitar kita bisa jadi poistingan juga tuch pa..Sederhana Kan ?

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, benar sekali, kita tulis saja hal-hal ada di sekitar kita. Di samping lebih banyak pengetahuan tentangnya, juga semoga bermanfaat bagi orang yang menghadapi hal serupa dalam kesehariannya.

  17. bisa aja sih nulis2 gitu.. namun untuk menulis sesuatu yang serius dan butuh konsentrasi tinggi, sulit banget mas bro.. apalagi sampe bisa diterbitkan gitu yah.. wah, rasanya kok sulit banget dari jangkauan.. ga ada bakat nih kyknya.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Bila kita memulainya, insya Allah langkah selanjutnya tidak sesulit yang kita bayangkan sebelumnya. Saya sendiri juga begitu kok, Mbak Lina. Waduh, bisa nggak ya? Tapi, setelah bismillah menulis, akan ada saja terasa mudahnya. Insya Allah.

  18. Selain menulis dengan bahasa yang sederhana, ada tips supaya kita merasa enjoy dan menikmati ketika menulis ga? Aku kadang merasa jenuh dan berat ketika menulis..mohon pencerahannya ustadz. terima kasih 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Selain sederhana, menurut pengalaman saya kok menulis sesuatu yang paling kita senangi. Kalo kita sudah senang duluan, merasa jenuh dan berat itu akan jauh bisa dikurangi 🙂

  19. keke naima says:

    kadang utk memulainya yg susah ya mas. krn kebanyakan mikirnya 😀

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, kadang memulainya ini biasanya yang terasa berat. Maka, tak ada cara lain kecuali ya… mari kita mulai saja dengan membuat sebuah kalimat dan seterusnya.

  20. Lidya says:

    maaf salah komen harusnya dipostingan satunya 🙂
    tips yang berguna pak, apalagi saya belum mahir menulis

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Ga papa, Mbak Lidya, yang salah tadi sudah saya persilakan duduk manis di tempat persembunyiannya 🙂

      Makasih, Mbak, sama-sama… sebenarnya saya juga masih belajar kok.

  21. Pakies says:

    saya termasuk salah satu yang terkungkung dalam ruang ragu dalam menulis, perlu ada sebuah kunci untuk menjebolnya yaitu semangat dan niat disertai Bismillah.
    Matur suwun Pak

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, Pak Ies, semangat dan bismillah itu adalah kunci yang ampuh untuk menjebol ruang ragu dalam menulis.

      Sama-sama, Pak, makasih juga nggih.

  22. Fauzan says:

    Bener banget sih. Nulis yang sederhana, dari yang paling mudah ditulis. Semoga target saya menerbitkan buku dapat tercapai di tahun ini. Insya Allah… 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Alhamdulillaah…, semoga targetnya tercapai di tahun ini ya, Mas. Aamiin….

  23. Evi says:

    Nah ini penyakit saya nih Pak Azzet, menganggap diri tak bisa menemukan ide hebat untuk menulis sebuah buku. Penyakit mental ini kayaknya yang perlu dibuang jauh-jauh ya…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Bu Evi, ide kita hebat atau tidak biar pembaca saja yang menilai, yang penting kita membaca, menulis, membaca lagi, menulis lagi…

  24. Dari hal yg sederhana ya pak…kalo saya tambah modal cuek, nulis ajah mdh2an nanti semakin terasah hahaha…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mas Anton Kholiluddin, menulis saja pokoknya, hehe… sambil banyak membaca tentunya.

  25. Pingback: Langkah Mudah Menerbitkan Buku | Akhmad Muhaimin Azzet

  26. cumakatakata says:

    Setiap membaca artikel tentang tulis menulis, saya selalu kangen dengan sepupu saya Pak, dia juga penulis gabung di FLP sulut…

    terima kasih buat Tipsnya Pak Ustadz….

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Begitu ya, Mas, semoga semakin semangat dan kreatif ya, Mas. Sungguh, saya juga makasih banyak atas kunjungannya ya…

  27. Ilham says:

    wah keren. 🙂 inspiratif. membuat saya termotivasi untuk belajar nulis lebih banyak lagi.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Terima kasih banyak ya, Mas Ilham. Mari kita sama-sama bersemangat menulis ya….

  28. Syukron, inspirasinya
    Cuma buat mulai itu emang bener-bener susah, ide ada, nah buat mulainya itu Kak