Rahasia Menulis Bukan Karena Materi, Tapi Untungnya Berlipat Mantap di Hati

Suatu kala Cak Fauzil—panggilan akrab saya kepada Mas Mohammad Fauzil Adhim, penulis buku-buku parenting—berkata kepada saya, “Cak, alangkah ruginya bila menulis hanya karena materi ya, apalagi di negeri ini penulis masih kurang dihargai.”

Ya, saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh Cak Fauzil tersebut. Hendaknya menulis bukan karena materi. Sebab, bila menulis dengan tujuan untuk mendapatkan materi, maka yang didapatkan hanya materi saja. Lalu, karena apa? Sudah tentu ada tujuan yang lebih besar dari itu, yang bermanfaat tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Yakni karena Allah Ta’ala.

Bila menulis karena Allah, maka akan mendapatkan pahala. Bukankah segala sesuatu, menurut Rasulullah Saw., dinilai dari niatnya. Dalam bahasa gamblangnya, sebagaimana yang sering disampaikan Pakde Cholik, diniati ibadah. Ya, inilah ibadah dalam arti luas.

Menulis karena Allah tidak harus menulis segala sesuatu yang terkait dengan agama. Bahkan menulis tentang tutorial ngeblog pun bisa berpahala bila diniati karena Allah. Coba bayangkan jika tutorial yang Anda buat kemudian diikuti oleh seseorang yang dengan hasil tulisan itu digunakan untuk banyak kebaikan.

Demikian pula dengan keuntungan materi. Meski bukan karena materi, menulis yang diniati untuk berbagi kebaikan atau sesuatu yang bermanfaat, tentu akan menghasilkan keuntungan materi pula. Misalnya, Anda menulis buku hanya karena Allah, maka keuntungan dari penjualan dari buku itu akan mengalir kepada Anda. Bila suatu saat penerbit tidak membayarkan royaltinya, Anda sungguh berhak menuntut karena ini kerja profesional.

Ya, menulis yang kemudian diterbitkan jadi buku oleh penerbit atau dimuat di koran dan majalah, meski kita berniat karena Allah, mereka tetap harus membayar kita. Kita ikhlas itu urusan kita sama Allah. Urusan penerbit adalah dapat keuntungan dari karya kita, dan itu harus dibagi secara profesional.

Jadi, menulis karena Allah akan mendapatkan keuntungan berlipat, tidak hanya pahala di akhirat, tapi juga materi di dunia. Keuntungan ganda semacam ini sungguh mantap di hati.

Begitu Juga dengan Ngeblog

Menulis di blog kita sendiri jelas tidak ada yang membayar. Atau, ada juga menulis di blog sehingga mendatangkan keuntungan materi dari iklan yang terpasang. Meski demikian, hendaknya kita niati berbagi kebaikan dan sesuatu yang bermanfaat kepada pembaca hanya karena Allah Ta’ala.

Kita niati karena Allah atau tidak, ngeblog sesungguhnya juga menguntungkan secara materi. Soal mendapatkan keuntungan secara materi ini, saya juga mendapatkannya dari ngeblog. Di sini saya tidak akan mengatakan bahwa saya ngeblog hanya karena Allah lho…, sungguh itu urusan kejujuran hati saya dengan Allah. Saya hanya ingin mengatakan bahwa ngeblog pun membawa keuntungan secara materi, apalagi bila diniati karena Allah, maka keuntungannya akan berlipat.

Sekadar contoh bahwa ngeblog menguntungkan secara materi, tentu banyak sahabat yang mendapatkannya. Ada yang dapat dari pemasangan iklan, ada yang dapat hadiah dari giveaway, dll. Berikut di antara buku yang saya dapatkan dari ngeblog:

buku azzet dapat dari ngeblog

Buku-buku hadiah dari para sahabat blogger.

Bahkan, blog amazzet.com ini pun saya dapatkan dari ngeblog, yakni hadiah dari Pakde Cholik. Termasuk kemarin pagi, betapa gembiranya saya ketika membuka sebuah paket kiriman Pakde Cholik yang ternyata berisi sarung, baju koko, buku panduan menyunting, dan amplop yang berisi untuk sekadar jajan bakso katanya. Alhamdulillah…, terima kasih banyak ya, Pakde. Sungguh, ini luar biasa.

sarung dan bojo koko kiriman dari pakde cholik langsung dipakai  ngaji bersama santri tpa al-muhtadin

Sarung dan baju koko hadiah dari Pakde; untuk gambar yang lebih bening, silakan klik.

Nah, sarung dan baju koko dalam foto di atas itulah kiriman/hadiah dari Pakde. Karena senang, sorenya langsung saya pakai ngajar ngaji anak-anak TPA Al-Muhtadin. Sungguh, inilah di antara berkah menulis di blog. Pakde tidak mungkin kan mengirim hadiah kalau saya tidak pernah menulis di blog, lawong saya kenal dengan Pakde juga dari blog.

Maka, mari kita terus menulis dengan niat berbagi kebaikan dan sesuatu yang bermanfaat karena Allah Ta’ala. Bila belum mendapatkan secara materi pun, insya Allah kita telah beruntung karena mendapatkan pahala di akhirat. Lebih dari itu, bukankah ngeblog juga sarana yang baik untuk menjalin persahabatan. Sungguh, hal ini tidak ada artinya bila diukur dengan materi semata.

Demikian. Semoga bermanfaat.

Salam kreatif dan penuh persahabatan,
Akhmad Muhaimin Azzet

This entry was posted in Menulis and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

21 Responses to Rahasia Menulis Bukan Karena Materi, Tapi Untungnya Berlipat Mantap di Hati

  1. niken says:

    Kalo menulis karena materi kok rasanya lebih capek ya pak Azzet.
    Capek hati. Banyak yg tidak bisa diukur dengan materi. Ilmu, persahabatan, saling berbagi dan lain-lain… Rasanya itu lebih berharga dari materi.
    Kalau sdh bisa dapat materi dari menulis, itu bonus… bukan sebagai tujuan.

    ———
    Nah…, sepakat banget itu, Bu Niken. Apalagi bila tujuannya untuk mencari materi, tapi ternyata tak mendapatkannya, kecewa jadinya. Maka, bila dapat materi, itu bukan tujuan, tapi bonus, hehe….

  2. Pakde Cholik says:

    Sarung dan baju koko berarti belum dicuci ya pak ustadz..cukup di pyok..pyok saja ha ha ha, istilah jaman dulu ” dibasahi”

    Mari kita menulis artikel yang bermanfaat. Di luar sana sudah banyak tulisan yang menghujat,menjelekkan orang lain, ngompor-ngompori dan memprovokasi orang berbuat negatif bahkan artikel farno2, jadi jangan nambah-nambahi.

    Salam hangat dari Surabaya

    ———
    Hahaha…, ketahuan…. Karena tidak kotor ya cukup dipyok-pyok saja, Pakde, biar dipake shalat lebih mantap.

    Iya, Pakde, mari terus menulis yang baik-baik dan bermanfaat. Semoga ini bagian dari karya kita yang bermanfaat bagi kita sendiri maupun pembaca. Makasih banyak nggih, Pakde.

    Salam hangat dari Jogja.

  3. Inspiratif sekali pak Ustadz…klo menulis bisa mendapatkan pahala di akhirat, demikian juga sebaliknya ya tadz, bisa mendatangkan siksaaa, bagian ini nihh yg bikin aku kdg kuatir takut ada tulisan yg gak sesuai dg “ketentuan” Allah…

    ———
    Di samping terus menulis, mari kita tak lupa untuk memperbanyak ilmu ya, Mas, sehingga terhindar dari yang mengkhawatirkan itu. Makasih banyak ya, Mas.

  4. Cumakatakata says:

    Setuju bangdt pak ustadz..

    semoga blog2 yg di kelola menjadi jariyah.

    ———
    Itulah harapannya kalau kita ikhlas dalam melakukannya ya, mas.
    Semoga demikian. Aamiin….

  5. pencangkul says:

    meski nulisnya ala Tempo, tempo-tempo sempat, tempo-tempo semangat, sedikit banyak sudah merasakan manfaat menulis di media cetak dan online 🙂

    Pernah ada pengalaman unik gara-gara tulisan di blog, diminta bertanggungjawab pada seorang lelaki yg istrinya sedang hamil 🙂
    http://pencangkul.blogspot.com/2012/01/gara-gara-ngeblog-saya-dimintai.html

    ———
    Hehehe…., mantap ya, Mas, ala Tempo. Oh ya, buah apa itu, Mas, saya jadi penasaran…..

  6. Benar sekali Mas, menulis bagaikan air yang mengalir selalu memberikan manfaat untuk banyak orang dalam kehidupan. Dan akan menjadi sebuah karya yang abadi sebagai ladang amal sholeh kita.

    Sukses selalu
    Salam Wisata

    ———
    Bila ingat yang demikian, rasanya semangat untuk menulis ini begitu menggelora ya, Sob. Semoga bisa tetap terjaga. Makasih banyak ya…

  7. walank ergea says:

    Menulis untuk Tuhan dan karena Tuhan. Selain berkah materi, banyak berkah lain yang sudah dinominalkan. Semangat terus untuk menulis Mas. Salam dari Kota Hujan 🙂

    ———
    Iya, Mas, semoga semangat ini bisa terjaga dengan baik. Makasih banyak ya, Mas, telah singgah. Persahabatan yang semacam ini juga bagian dari semangat sekaligus berkah dari menulis. Dan, salam dari Kota Budaya.

  8. saya setuju niat menulis karena ALLAH, apakah dengan hasil menulis kita bisa menghasilkan duit…itu adalah rezeki dari-NYA…salam 🙂

    ———
    Benar sekali, Pak, dengan niat yang seperti ini ngejalaninya juga enak, plong, dan lebih bersemangat. Makasih banyak ya, Pak, telah singgah kemari.

  9. H says:

    begitu jg dengan menulis pak,bagi saya ketika ada hal atau pengalaman berharga saya yang belum tertulis rasanya ada yang kurang 😀

    salam hangat
    zwan

    ———
    Jadi, menulis itu penting untuk menuangkan hal yang perlu dibagi kepada orang lain ya, Mbak. Semoga semangat selalu terjaga dengan baik.

    Salam hangat juga. Hmmm…, jadi kangen nJombang.

  10. Benagustian says:

    menulis karena allah..
    Bismillah..
    pencerahan bagus ini bang 🙂

    ———
    Demikian pula dengan pekerjaan yang baik lainnya ya, Mas.
    Bismillah….
    Makasih banyak ya, Mas, telah singgah kemari.

  11. Lidya says:

    tulisan saya cuma sekitar keluarga pak, tapi Allhamdulillah dapat bonus hadiah2 🙂

    ———
    Ihwal keluarga juga penting untuk ditulis kok, Mbak Lidya. Selamat ya, Mbak… 🙂

  12. Guru Muda says:

    Tulisan yang mencerahkan, Mas. Ketika niat saya karena materi, tulisan tak pernah dimuat di surat kabar. Namun ketika niat itu diinstal ulang. Alhamdulillah, tulisan saya nyangkut di beberapa surat kabar…
    😀
    tambah guanteng aja pake baju koko dari Pak Dhe

    ———
    Alhamdulillah…, rasanya senang ya, Mas, kala tulisan nyangkut di surat kabar.
    Hehehe…, Pakde bisa saja milih bajunya. Pas!

  13. dofri says:

    ok,, saya sepakat dengan judulnya,, dan pengalamn sayapun membuktikan itu,,>
    salam kenal dari: http://makalahkomplit.blogspot.com/

    ———
    Oke, makasih banyak ya… juga atas undangannya.

  14. Alhamdulillah memberikan pemahaman yang positip, Pak.
    Begitulah, apapun aktivitas yang kita lakukan jika kita sandarkan semata untuk mendapatkan ridho Alloh Ta’ala, fa insya Alloh yang kita dapatkan dua hal yaitu di dunia dan akhirat yang bentuknya kita tidak pernah tahu dan datangnya seringkali tidak pernah kita duga

    ———
    Alhamdulillah…., semoga kita senantiasa bisa menjaga hati atau niat kita dalam beraktivitas ya, Pak, sehingga mendapatkan ridha-Nya. Aamiin…. Makasih banyak nggih, Pak Ies.

  15. @bellacitra says:

    aku blogger baru, wih iya setuju Pak 🙂 menulis juga kadang terapi “hati” buat remaja kaya saya dan bisa lebih paham sendiri 🙂

    ———
    Benar sekali, Mbak Bella, menulis memang bisa menjadi terapi yang baik sekali. Makasih banyak ya…. 🙂

  16. Bint@ says:

    inspiratip.. 🙂 makasih kembali mengingatkan ttg ini

    ———
    Sama-sama, Mbak, makasih juga telah singgah kemari.

  17. Fauzul Andim says:

    Terus terang tulisan ustad membuat saya semakin bersemnagat untuk segera merampungkan materi buku saya tadz..dan ingin segera menulis untuk buku2 yang lain…

    ———
    Alhamdulillah…, bila demikian. Iya, Mas, bila sudah selesai satu tulisan, mari segera kita lanjutkan dengan tulisan yang lain lagi. Begitu seterusnya.

  18. Dani says:

    Bener banget ya Pak. kalo niatnya bukan cari materi rasanya nikmat jadi dobel-dobel waktu dapet materi.

    ———
    Nah…, di sinilah kuncinya, Mas, alhamdulillah…. Makasih banyak ya, Mas Dani.

  19. keke naima says:

    segalanya harus dengan niat baik. Insya Allah barokah ya mas 🙂

    ———
    Iya, saya setuju banget yang kayak gitu, Mbak. Semoga barakah. Aamiin….

  20. ikhlas karena Allah akan banyak memberi keuntungan. salah satunya, puas dengan tulisan sendiri walaupun seberapa jeleknya.
    kalau untuk mendapatkan materi, dan ketika kita tak mendapatkan , hati jd dongkol ya pak .. 🙂

    ———
    Benar sekali, Mbak, ikhlas itu penting sekali, termasuk dalam hal menulis. Makasih banyak ya, Mbak. Semoga dengan ikhlas hidup kita bahagia selalu 🙂

  21. yudhihendro says:

    Karena menulis yg bermanfaat itu juga menyehatkan jiwa dan menentramkan hati, Pak Ustadz

    ———
    Nah…, benar sekali itu, Pak Yudhi. Semoga kita semakin senang menulis ya, Pak.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *