Menulis Buku Tak Kenal Usia Tua, Apalagi Muda

Manula-Gembira

Usia tua terus berkarya, apalagi yang muda (foto dari blog Pakde Cholik)

Hari ini, 23 Agustus 2013, adalah ulang tahun Pakde Cholik yang ke-63. Ada pelajaran penting terkait dengan menulis buku dari beliau yang dapat saya bagi kepada pembaca tercinta. Ternyata, menulis tak kenal usia tua. Di usianya yang Pakde sendiri menyebut sebagai manula, beliau telah menerbitkan lima (5) judul buku.

Buku pertama, Rahasia Menjadi Manusia Kaya Arti, diterbitkan oleh LeutikaPrio pada Januari 2013. Buku ini diterbitkan secara mandiri. Barangkali tidak pede karena karya pertama bila langsung menawarkan ke penerbit mayor.

Buku kedua berjudul Blog Mini Penghasilan Maksimal. Ada cerita menarik dari buku kedua ini. Setelah naskah jadi, Pakde ingin buku tersebut diterbitkan oleh penerbit mayor. “Apa kira-kira diterima ya, Mas?” Pakde agak ragu. Saya meyakinkan, “Yang penting dicoba, Pakde.”

Akhirnya naskah buku tersebut ditawarkan ke Penerbit Elex Media Komputindo. Tidak tanggung-tanggung, Bro…, langsung ke penerbit besar yang masuk jajaran Gramedia Grup. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Pakde segera mengirimkan kabar gembira kepada saya bahwa naskahnya diterima dan bisa diterbitkan.

Alhamdulillaah…! Sungguh, saya ikut bersyukur dan gembira sekali. Terbukti sudah omongan yang sering saya sampaikan kepada banyak sahabat bahwa untuk menerbitkan sebuah buku di penerbit mayor tidak harus “punya nama” terlebih dahulu. Mengapa saya menyebut “punya nama”? Karena istilah inilah yang sering dilontarkan beberapa sahabat ketika ia ragu-ragu atau bahkan tidak jadi ketika akan menawarkan naskahnya ke penerbit buku.

Setelah buku yang mengupas tuntas “Mendulang uang dengan sedikit artikel” tersebut terbit, langsung kisah sukses Pakde ini saya jadikan contoh di depan para Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ketika PKL di sebuah penerbit di Jogja dan saya diminta untuk menjadi pemateri Menulis Kreatif.

Hari ini, di ulang tahunnya yang ke-63, Pakde langsung meluncurkan tiga (3) judul buku terbarunya sekaligus. Yakni, Puisi Enam Tiga, 63 Cermin, dan Dari 63 Menuju 1. Ini sebuah gebrakan yang dalam bahasa Pak Mario Teguh, “Super Sekali.”

“Sebagai seorang blogger, saya bukan hanya bisa menulis artikel di blog, menyelenggarakan kuis dan kontes atau kopdar menggelegar saja. Saya ternyata juga bisa menerbitkan buku. Dan…, di situ juga ada campur tangan Tuhan, keluarga, dan Anda semua. Jika sahabat tidak segera menyusul, lalu bagaimana kita bisa berjalan beriringan sambil bergandeng tangan dan menyanyikan lagu-lagu cinta? Terima kasih. (ngompor-ngompori.com)” Demikian tulis Pakde di facebooknya.

Buku karya Pakde Cholik

Buku-buku karya Pakde Cholik yang sudah diterbitkan

Bagaimana? Tidakkah kita terkompori untuk segera menulis buku? Bagi yang merasa sudah tua, tidak ada alasan, “Waduh…, usiaku sudah tuwir, kayaknya ga bisa deh nulis buku.” Sekarang tidak ada alasan lagi. Pakde Cholik telah membuktikannya dengan sukses.

Apalagi bagi yang masih berusia muda. Duh… duh…, malu rasanya. Tentu yang muda punya semangat yang lebih menggebu. Maka, mari segera menulis buku!

Selamat ulang tahun ya, Pakde, semoga Pakde (1) sehat jasmani dan rohani; (2) bahagia lahir dan batin; (3) semakin meningkat keimanan dan ketakwaan; (4) sisa umur barakah dan menjadi sebaik-baik manusia, yaitu yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya. (sebagaimana doa Pakde setelah mendapatkan empat buah pisang goreng dari Bude). Allaahumma aamiin…

This entry was posted in Menulis and tagged , , , . Bookmark the permalink.

22 Responses to Menulis Buku Tak Kenal Usia Tua, Apalagi Muda

  1. Pakde Cholik says:

    Matur nuwun atas perhatian dan doa serta promosinya mas.
    Sungguh beruntung saya berkenalan dengan panjenengan.
    Semoga panjenengan juga selalu sehat,sejahtera dan bahagia lahir batin. Amin
    Saya tunggu besok ya
    Salam hangat dari Surabaya

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sami-sami, Pakde, tentunya saya juga beruntung berkenalan dengan Pakde Cholik. Banyak hal yang dapat menginspirasi saya untuk terus berkarya.

      Insya Allah, Pakde, ini persiapan sudah beres dan tinggal berangkat besok pagi dengan kereta api.

      Salam hangat dari Jogja.

  2. ngainun naim says:

    Catatan yang mengesankan Mas. Teladan Pak De membuat saya berkaca pada diri sendiri. Kearifan dan kesungguhan Pak De menulis telah membuahkan hasil. Semoga suatu saat bisa bertemu beliau dan menimba ilmu dari beliau.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Terima kasih banyak, Kangmas, sengaja ini saya tulis sesungguhnya untuk memberi semangat kepada diri sendiri — dan semoga bermanfaat bagi sahabat pembaca blog sederhana ini. Semoga suatu saat bisa bertemu dengan Pakde ya, Mas. Enak kok ngopi bareng beliau, hehe…

  3. Ety says:

    Hadeh, langsung kepanasan kena kompornya Pakde…semoga saya bisa mengikuti jejaknya.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Panas ya, Mbak Ety, kompornya, hehehe…
      Ayo, Mbak, lanjuuuttt….
      Makasih banyak atas kunjungannya ya.

  4. Noorma FMZ says:

    Niat itu sudah ada.. cuma lum kesampaian.. hehehehe..

    senang mengenal pakdhe and pak azzet

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Berarti niatnya perlu dikompori terus ya, Mbak, biar menyala dan segera kesampaian.
      Saya juga senang mengenal Mbak Noorma.

  5. Di balik Pak Dhe yang sukses, ternyata ada jasa tangan dingin dari coachnya (Mas Azzet).
    Sukses buat semua.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Ada juga doa dan bantuan semangat dari para sahabat blogger tercinta tentunya ya, Mas Roni Yusron Fauzi.

  6. Heri Purnomo says:

    Selamat ya Buat Pak De..
    semoga menjadi inspirasi buat banyak orang, dan pahala mengalir buat pak De.. Amin.

    salam Ustadz.. 🙂
    jazakalloh.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Makasih banyak ya, Mas Heri Purnomo.
      Salam hangat penuh persahabatan dari Jogjakarta 🙂
      Jazakallah.

  7. selamat buat Pakde..

    Allahumma aamiin..

    yang muda jangan kalah (mengompori diri :-D)

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya neh…, yang muda jangan kalah.
      Jangan juga harus belajar terus neh.
      Makasih banyak atas kunjungannya ya, Mbak.

  8. terus terang aku merasa terkomporin oleh Pak Dhe Cholik, apalagi setelah usai membaca artikel ini….semangat menulis jadi muncul kembali…..,
    selamat hari lahir buat Pak Dhe…..terimakasih Pak Muhaimin sudah berkenan berbagi artikel yang sangat super ini…luarbiasa….salam 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sebenarnya saya juga sangat terkompori, Pak Hariyanto, oleh karena itulah saya tulis artikel ini. Makasih banyak atas kunjungannya yaaa.

  9. Pakde makin mantap saja nih. Pak Azzet juga iyaaa…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Matur nuwun sanget nggih, Bu Niken Kusumowardhani. Panjenengan juga tambah mantap. Moga sukses selalu.

  10. Pak Akhmad, menulis itu bukan perkara mudah. dan siapapun berhak menulis dan bila terpublikasi tandanya bisa berarti profit dan sudah beramal (berbagi ilmu). tulisa itu mesin waktu, hehehe….

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Begitu ya, Mas Kharis A Arief.
      Oleh karena itu, mari terus menulis ya, Mas.

  11. krisngeblog says:

    Saya salah satu orang yang kagum dengan pak abdul cholik. Bisa menjadi inspirasi bagi saya yang masih muda ini untuk terus menulis.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Dengan demikian semoga Mas Kris semakin bersemangat dalam menulis ya, Mas. Saya juga demikian 🙂