Langkah Mudah Menerbitkan Buku

di antara buku karya akhmad muhaimin azzetDalam tulisan saya sebelumnya yang berjudul Tips Mudah Menulis Buku: Menuangkan Ide Sederhana, ada komentar dari Mbak Mechta begini:

Trims tipsnya mas… mencerahkan.. πŸ™‚ Kalau bisa ada tulisan lanjutan ttg langkah2 yg dilakukan dalam upaya mewujudkan sebuah buku ya mas…

Kemudian saya menjawab:

Sama-sama, Mbak Mechta, makasih juga atas kunjungannya. Ohya, semoga bisa ya, Mbak, di kesempatan yang lain.

Eee, Pakde Cholik nambah komentar begini:

besok mbuatnya, jangan ditunda-tunda, gak ilok

Maka, tak ada alasan bagi saya untuk tidak membuat tulisan sebagaimana permintan Mbak Mechta dan menundanya. Sungguh, saya takut gak ilok.

Dalam mewujudkan sebuah buku atau membuat naskah yang sudah kita tulis menjadi sebuah buku yang diterbitkan, setidaknya ada dua langkah mudah yang bisa dilakukan. Pertama, self publishing, yakni menerbitkannya sendiri atau bekerja sama dengan beberapa media yang khusus membantu dalam hal ini. Kedua, menawarkan naskah ke penerbit buku.

Cara yang pertama ini sudah pernah dilakukan oleh banyak penulis, salah satunya adalah Pakde Cholik dengan menerbitkan buku Rahasia Menjadi Manusia Berarti yang bagus itu. Untuk mengetahui bagaimana caranya, silakan membaca tulisan Pakde Cholik yang berjudul Caraku Menerbitkan Bukuku.

Sedangkan cara kedua, yakni menawarkan naskah ke penerbit buku, beberapa langkah mudah menerbitkan buku yang pernah saya alami adalah sebagai berikut:

Pertama, saya menulis secara utuh dan saya perkirakan pas untuk sebuah buku. Setelah selesai, baru saya mencari penerbit mana kira-kira yang cocok untuk saya tawari naskah tersebut untuk diterbitkan.

Mencari penerbit ini bisa kita lakukan dengan berkunjung ke toko buku. Nah, di toko buku itulah kita mencari buku-buku yang setema dengan yang kita tulis lalu kita catat alamat atau email penerbitnya. Atau, bukan setema, tapi menurut kita cocok.

Setelah mantap memilih penerbit yang akan kita tuju, saya biasanya menulis surat penawaran (bisa melalui email) bahwa saya mempunyai naskah judul ini, sekian halaman, bersamaan dengan itu saya sertakan daftar isi, pendahuluan, sinopsis dari buku yang saya tulis, dan biodata ringkas. Nah, surat balasan itulah yang selanjutnya kita tindaklanjuti, misalnya mengirim file naskah secara utuh, dlsb.

Kedua, saya menawarkan dulu kepada penerbit bahwa saya akan menulis buku tentang ini atau itu kepada penerbit apakah mau menerbitkan atau tidak. Biasanya cara kedua ini saya lakukan kepada penerbit yang sudah kenal dengan saya atau pernah menerbitkan buku saya. Dan, cara kedua inilah yang akhir-akhir ini sering saya lakukan.

Meskipun belum kenal dengan penerbit, cara kedua ini bisa saja kita lakukan. Lebih baik lagi kalau kita sudah punya satu buku yang sudah diterbitkan. Dengan satu buku yang kita tunjukkan ke penerbit, kemudian kita menawarkan ide kita untuk menulis buku selanjutnya.

Berkaitan dengan menawarkan naskah ke penerbit ini, ada hal yang perlu saya sampaikan di sini, yakni tidak sedikit dari sahabat (berdasarkan ceritanya ke saya) yang khawatir dengan naskahnya yang sudah ditawarkan ke penerbit lalu ditolak, jangan-jangan naskah tersebut akan diam-diam diterbitkan tanpa sepengetahuan kita sebagai penulis.

Sahabatku tercinta, sejauh pengalaman saya, selama penerbit itu sudah punya β€œnama” dengan banyak bukunya yang beredar di toko buku, rasanya kok sayang mengorbankan nama baiknya dengan mencuri naskah kita. Biasanya redaksi akan menghapus file naskah yang ditolaknya bila naskah itu berupa file atau kita sendiri meminta balik atau mengambilnya secara langsung bila naskah yang kita tawarkan itu telah kita print.

Demikian berbagi pengalaman ini semoga bermanfaat untuk pembaca tercinta. Sedangkan mengenai bagaimana model kerja sama antara penulis dan penerbit buku, silakan membaca tulisan saya berikut.

Salam kreatif selalu,
Akhmad Muhaimin Azzet

This entry was posted in Menulis and tagged , , . Bookmark the permalink.

53 Responses to Langkah Mudah Menerbitkan Buku

  1. Whoaaaa…
    mampir sinih dapet ilmu lagiiii…

    makasih mas Akhmad πŸ™‚
    Walopun belum kepikiran buat bikin buku…
    tapi minimal baca ilmu nya duluuu…

    ntar terima konsultasi kan mas?…hihihi…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama-sama, Teh, makasih banyak atas kunjungannya ya… dan semoga bermanfaat.

      Hehe…, konsultasi gratis kok, Teh πŸ™‚

  2. Pakde Cholik says:

    Terima kasih tipsnya yang saya tunggu2 karena saya akan menerbitkan buku kedua,ketiga,keempat dan seterusnya (tolah-toleh cari yang nyawang)

    Pertanyaan: ada penerbit yang minta agar mengirimkan naskah dalam bentuk sudah terjilid rapi. Kalau ini yang terjadi apakah penerbit akan mengetik ulang atau minta mengirim naskah kita via email mas ?

    Matur nuwun

    Salam hangat dari Surabaya

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Hehehe…, melu tolah-toleh….
      Sipp, Pakde, prinsipnya selama ada sempat, nulis bhoo…

      Mengenai penerbit yang minta naskah utuh sudah terjilid rapi (dari naskah kita yang diprint) biasanya untuk memudahkan menilai saja, Pakde. Nanti bila sudah oke, ya tetap minta filenya. Kalo ngetik ulang kayane nggak deh…

      Sami-sami, Pakde, salam hangat juga dari Jogja.

  3. jiah says:

    saya sering ikut kirim cerpen sama tulisan masih blm keterima, tlsn saya msh mentah x ya pak azzet, musti bnyk blajar πŸ˜€

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Saya juga sering ditolak oleh koran maupun majalah, Mbak Jiah, lalu saya kirim ulang ke koran yang lainnya, begitu terus sampe dimuat, hehe… πŸ™‚

  4. Mechta says:

    Maturnuwun tulisannya mas…. sangat bermanfaat *melu tolah toleh siapa tahu ada yg ngajakin bikin buku.. hehe…* Oya, titip maturnuwun buat Pakdhe yg membuat mas Azzet segera menulis artikel ini.. hehe…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sami-sami, Mbak Mechta, saya juga matur nuwun jadi ada bahan menulis.

      Pakdeee, ada titipan matur nuwun tuh, dari Mbak Mechta πŸ™‚

  5. Benagustian says:

    saya kalau niat mau nulis buku sudah dari beberapa tahun yang lalu tapi belom kesampaian 😐 pernah juga nulis cerpen tapi banyak yang ngebangke ngak selesai 😐

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Ga papa, Mas, beberapa tulisan saya juga ada yang belum diterbitkan kok. Nulis juga novel, sampai sekarang belum jadi-jadi, hehe… Yang penting terus bergerak!

  6. cumakatakata says:

    Terima kasih atas tulisan ini Pak Ustadz…..

    Semoga akan datang waktu saya πŸ™‚

  7. makin nambah ilmu,, pernah coba kirim naskah, ff atau cerpen ke penerbit, tapi gagal.. hehehe.. butuh konsultasi dulu ke pak azzet ini πŸ˜€

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Mbak Sari Widiarti, gagal ga masalah, Mbak, saya juga sering ditolak koran kok, tapi setelah itu langsung saya pindah ke koran lainnya, begitu seterusnya sampai dimuat πŸ™‚

  8. Reza says:

    Mantap. Dapat ilmu dalam menerbitkan buku. Jadi semangat menulis πŸ˜€

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Semoga bermanfaat ya, Mas Reza.
      Yuk, semangat selalu, hehe…

  9. lengkap. enak banget tuh cara yang kedua. peluangnya jauh lebih besar, bahkan sangat besar. saya punya teman yang menempuh cara kedua juga, Mas. royaltinya bisa sampe 30 juta selama 6 bulan. Bagi saya itu sangat besar πŸ™‚

    Ngomong-ngomong, kebanyakan penerbit mapan di Jakarta sekarang cenderung meminta naskah komplit dari penulis. Bukan lagi sinopsis atau beberapa bab awal.

    Mengenai tindak tidak senonoh oleh penerbit, memang belum ada ya Mas (saya blm pernah denger) penerbit diam-diam menelikung naskah kiriman penulis yang sudah ditolak. Namun kasusnya bisa berbeda, Mas. Penerbit tidak akan menerbitkannya diam-diam namun meniru ide/gagasan kita dalam hal tema dan cara penyajian. Bagi saya, ini berbahaya karena ide atau pengemasan ide tak ternilai harganya.

    Pernah ada dua rekan penulis yang diminta mengirimkan outline buku yang akan mereka tulis, keduanya sepakat menolak. Sebagaimana Mas pahami, outline adalah struktur inti dari rancang bangun calon buku kita. Dengan melihat outline atau kerangka buku, kita sudah bisa melihat embrio mungil taoi kokoh yang siap dibesarkan dengan siraman kata-kata. Tinggal mengalir saja. Kalau judul okelah bisa dibagi, namun outline? Olala, saya akan jual mahal. Walaupun mungkin isinya masih jauh dari bagus.

    Akhirnya yg lebih penting adalah menghasilkan tulisan yang bermakna ya, Mas. Ga harus bertema besar, tapi punya nilai manfaat yang luas.

    Salam soktau! hehe πŸ™‚

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mas, tapi cara yang kedua itu biasanya saya lakukan secara tatap muka atau ketemu langsung dengan pihak penerbit. Setelah sepakat, baru menulis.

      Ooo, diminta outlinenya ya, Mas, kebetulan saya belum pernah seperti itu. Ohya, betul, Mas, yang penting menghasilkan karya yang bermakna, meski sederhana. Dan, saya, sungguh juga masih belajar ihwal itu.

  10. Chiho Yuki says:

    Wah, saya yang masih bingungnya ini untuk menerbitkan sebuah cerpen. bagaimana ya?apakah harus mengumpulkannya ke dalam satu tema terlebih dahulu, sementara saya sendiri nggak suka membuat cerpen dengan tema2 yang itu2 saja. pasti gonta ganti πŸ™

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Menerbitkan kumpulan cerpen tidak harus satu tema, beragam tema juga menarik bagi pembaca. Kecuali kalau kumpulan cerpen dari beberapa penulis, kadang memang disengaja setema.

  11. Idah Ceris says:

    Benar2 berbagi ilmu nih, Pak Azzet.
    Meski blum ada bayanganuntuk menerbitkan buku, tetapi artikel ini sangat bermanfaat.

    Terima Kasih sudah berbagi ya, Pak. πŸ™‚

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mbak Idah, semoga bermanfaat yaaa, dan semoga bayangan itu semakin tampak nyata πŸ™‚ Aamiin….

  12. Pakies says:

    Meski belum terpikirkan untuk menerbitkan buku, langkah yang Pak Azzet tulis memberikan wawasan baru dan kemanfaatan bagi saya tentang penerbitan atas karya kita.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Setidaknya semoga jadi semacam berbagi semangat gitu nggih, Pak Ies.

  13. monda says:

    semakin ngerti deh proses sebuah buku sejak awal sampai jadi …, trims mas, semoga makin banyak blogger yg punya buku sendiri

    oot, terima kasih bingkisan GAnya sudah sampai kemarin sore, sayanya sudah pulang, jadi baru diterima pagi tadi

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mbak Monda, semoga demikian.
      Alhamdulillaah…, bila buka sudah sampai. Semoga bermanfaat ya, Mbak.

  14. wahhahaaaa…
    makasih banyak mas Azzet untku tipsnya, sungguh sangat bermanfaat, semoga saya bisa mengikuti jejak mas Azzet untuk menerbitkan buku, aminn….

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama-sama, Mas Ahmad Kali Akbar, makasih juga telah singgah kemari ya. Intinya mari sama-sama belajar ya, Mas, juga berbagi semangat. Ohya, semoga bukunya segera terbit ya, Mas. aamiin…

  15. abi_gilang says:

    Masih menyimak aja…. belum kepikiran untuk membuat buku. Ngumpulin ilmunya dulu disini πŸ™‚

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Oh ya, silakan, Kang, menyimak. Makasih banyak ya… Semoga bermanfaat.

  16. Cahya says:

    Pak, kalau saya kelak nerbitin buku, bapak mau ya memberi endorsement buku saya πŸ™‚

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Ohya, Mbak Cahya, insya Allah akan dengan senang hati. Saya tunggu ya… πŸ™‚

  17. untuk pemula, mungkin lebih mudah pake yang self publishing ya Pak Ustadz..soalnya menghubungi penerbit Mayor, bener2 perlu keberanian yang kuat.. bahkan yang saya rasakan bukan berani, tapi terlalu nekat,,

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mbak, self publishing dari banyak sisi juga bagus kok. Tapi, mencoba dengan penerbit mayor tentu adalah tantangan yang tak kalah menarik untuk dilakukan.

  18. Mugniar says:

    Waah terimakasih tipsnya mas πŸ™‚
    Sy lg berpikir utk membukukan sebagian isi blog …

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama-sama, Mbak Mugniar, makasih juga telah singgah kemari. Wah, membukukan sebagian isi blog tentu menarik ya, Mbak. Saya tunggu πŸ™‚

  19. marsudiyanto says:

    Sementara saya bagian baca saja, karena kalau semua jadi penulis, nanti yg baca akan berkurang…
    Makasih tipsnya, siapa tau saya juga berkesempatan untuk nulis juga.
    (nunggu kalau penulis terdahulu sudah males nulis)

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Pak Mars niku lho…. saget mawon, hehehe….
      Terima kasih banyak nggih, Pak, telah singgah ke blog sederhana ini.

  20. Ilham says:

    saya selalu berpikir dunia kepenulisan dan penerbitan buku itu sangat mengesankan. πŸ™‚ tapi memang butuh perjuangan dan pengorbanan ya.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Tentu dengan rasa senang menggelutinya dan semangat akan menjadi mudah ya, Mas Ilham.

  21. Lidya says:

    terima kasih untuk langkah2nya ak, smeoga saja saya bisa menerbitkan buku πŸ™‚

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama-sama, Mbak Lidya, makasih juga telah singgah. Semoga segera ya, Mbak, terbit bukunya. Aamiin…

  22. rivai says:

    masih belum pede bkin buku, soalnya kalo buku musti bertema yak, kalo diambil dari blog nggak bertema

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Banyak buku yang diterbitkan dari blog kok, Mas. Ada yang setema, ada pula yang bermacam (tinggal nanti mengolah dalam bagian dan bab tertentu gitu.

  23. Fauzul Andim says:

    sangat bermanfaat sekali ustadz..

    makasih banyak,s emoga bisa saya wujudkan

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Terima kasih banyak ya, Mas Fauzul Andim. Semoga segera terwujud ya… Allaahumma aamiin…

  24. boesta says:

    Sempat terpikir buat nulis buku, tapi belum tau mulai dari mana pak..:)

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Semoga segera terlaksana, Mas. Kalau menurut saya dimulai dari menulis hal yang kita suka.

  25. Awan says:

    Maksih Mas Azzet atas tipsnya, semoga suatu saat bisa sy terapkan… #masih berhayal utk jadi penulis buku πŸ™‚

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama-sama ya, Mas Awan, semoga ga lama lagi segera terbit bukunya.

  26. makasih banyak mas tipsnya …. membantu sekali, smg saya bisa spt Mas Azzet dan Pakde yang rajin banget menerbitkan buku-buku

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama-sama, Mbak Hariyanti Sukma. Semoga buku-buku berikutnya karya Mbak segera susul-menyusul diterbitkan. Aamiin….