Hidup Bahagia Penuh Berkah dengan Al-Qur’an

Beningkan Hati dengan Al-Qur'an, Hariyanti Sukma, resensi Akhmad Muhaimin AzzetJudul Buku: Beningkan Hati dengan Al-Qur’an
Penulis: Hariyanti Sukma
Penerbit : Sixmidad, Bogor
Tebal: viii + 174 hlm.
Harga: Rp.38.000,-
ISBN: 978-602-70506-4-8

Setiap dari kita tentu menginginkan hidup bahagia penuh dengan keberkahan dari Allah Swt. Tidak usah menunggu lama, mari segera kita raih keinginan itu dengan al-Qur’an.

Saya menemukan semangat semacam ini dalam buku yang ditulis oleh Mbak Hariyanti Sukma ini. Pelajaran-pelajaran penting yang dapat dipetik dari ayat-ayat atau petunjuk mulia al-Qur’an dikupas dengan apik, sehingga kita pun menemukan solusi atas masalah kehidupan yang sedang terjadi.

Saya langsung terpikat saat penulis mengawali pembahasan buku ini dengan menghadirkan contoh si Fauzan kecil yang mengikuti perintah kakeknya agar mengisi bak mandi dengan menggunakan keranjang rotan yang kotor.

Berulang-ulang Fauzan mengambil air dari sumur, tapi tentu saja air tak pernah didapatkannya. Mestinya mengambil dan membawa air dengan ember, demikian pikir Fauzan. Namun, ia tetap melakukan perintah kakeknya karena tak ingin membuat kakeknnya marah jika ia tak mau melakukan perintahnya.

Setelah sekian kali mengambil air dan tak kunjung berhasil, akhirnya Fauzan menyerah. “Tapi kalau Kakek meminta saya membawa air dengan menggunakan ember, saya jamin dalam waktu tak lama bak mandi Kakek akan diisi penuh oleh saya. Keranjang ini tak bisa menampung air!” ujar Fauzan.

Sang kakek pun memberikan penjelasan kepada Fauzan, “Cucuku, tidak semua perintah diawali dengan mengerti, tetapi kita wajib melaksanakan perintah itu. Sekarang kamu perhatikan keranjang ini, berbeda nggak kondisinya dengan sebelum kamu gunakan untuk membawa air tadi?”

Tentu saja keranjang rotan yang sebelumnya kotor bekas untuk mengangkut bebatuan dari sungai itu kini menjadi bersih. Demikianlah bila kita membaca al-Qur’an. Meskipun kita belum tahu artinya, misalnya, ya kita baca saja sebagai bentuk ketaatan dan rasa cinta kepada Allah Swt. Lama-kelamaan hati kita akan menjadi bersih, bening, dan lembut. Sungguh, hati yang demikianlah yang mudah mendapatkan hidayah atau petunjuk serta nasihat dari agama yang lurus ini.

Apabila membaca al-Qur’an sudah menjadi kebiasaan, maka yang didapatkan oleh pembacanya bukan hanya kebeningan hati, akan tetapi juga banyak petunjuk dari al-Qur’an. Sebab, kebiasaan membaca al-Qur’an ini akan menuntunnya dengan penuh rasa cinta untuk mengkaji dan menggali lebih lanjut dari setiap bacaan yang kita baca.

Inilah pembahasan awal yang membuat saya terpikat dengan buku ini. Tentu saja saya semakin senang ketika mendapati bab demi bab selanjutnya yang disajikan dengan ringan, akan tetapi banyak pelajaran penting di dalamnya. Sungguh, ini semua penting agar hidup kita bahagia dan penuh keberkahan dari Allah ‘Azza wa Jalla.

Demikianlah berbagi saya tentang buku ini dan semoga bermanfaat bagi kita bersama. Bagi Sahabat yang ingin memiliki buku ini, silakan menghubungi penulis melalui akun facebooknya, yakni Mbak Hariyanti Sukma, atau bisa juga pesan ke Mas Belalang Cerewet.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

This entry was posted in Menulis and tagged , , . Bookmark the permalink.

34 Responses to Hidup Bahagia Penuh Berkah dengan Al-Qur’an

  1. whiz says:

    {curhat} Alhamdulillah setiap bakda Maghrib saya mengajar ngaji untuk adik saya pak baru kelas 4 dan Alhamdulillah lancar sekarang jus 17.

    Dari situ kok saya merasa membaca Al Quran membawa rizki tersendiri buat saya …

    Salam Pak Azzet semoga sehat Walafiat

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Alhamdulillaah…, tentu saya ikut senang terhadap hal ini. Bisa mengisi waktu secara rutin, termasuk misalnya ba’da magrib, dengan membaca al-Qur’an, adalah hal yang patut disyukuri. Ini nikmat yang luar biasa. Nikmat yang semacam ini biasanya juga diikuti nikmat rezeki dalam bentuk yang lain. Sungguh, marilah kita terus-menerus melakukannya dengan tetap mencari ridha Allah Swt.

      Salam dan semoga tetap sehat wal afiat juga untuk panjenengan, adik, dan keluarga ya, Mas.

  2. Anton says:

    Sependapat tadz…Kebiasaan membaca Al Qurán bukan hanya mendapatkan kebeningan hati tapi banyak keberkahan lainnya. InsyaAllah inilah jalan yg sedang kurintis. Alhmdlh setiap ba’da Maghrib mendampingi anak lanang (7th) membaca Al Qurán, skrg udah sampai juz 10. Setiap ba’da Shubuh, mendampingi anak lanang juga hafalan surah. Doakan tadz…smoga kami istiqomah, InsyaAllah rabu bsk, ada acara Hubbul Quran di sekolah, ujian hafalan surah An Naba’…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, Mas Anton, inilah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kita. Setidaknya ba’da maghrib dan atau shubuh sengaja meluangkan waktu untuk rutin membaca al-Qur’an. Semoga kebiasaan Mas Anton bersama keluarga, tentunya termasuk bersama kedua anak lanang, senantiasa diberkahi Allah Swt. Semoga istiqamah ya, Mas. Aamiin ya Kariim…

  3. nuzulul says:

    Ini sangat cocok untuk menjawab kasus yg lagi hangat. Tentang nilai 20 yang diperoleh oleh seorang anak SD. Akibat sang kakak keliru menterjemahkan perintah.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Begitu ya, Mas Nuzulul, tentang 4×6 dan 6×4, hehe… Makasih banyak ya, Mas, telah singgah kemari.

  4. HM Zwan says:

    contohnya ngena banget pak,awalnya saya nggak mudeng hehe..

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mbak HM Zwan, pas banget dah. Semoga kita senang membaca al-Qur’an secara rutin ya, Mbak.

  5. Jadi teringat utk terus mencuci ‘keranjang rotan’ saya nih, Pak Ustadz. Matur nuwun utk sharingnya.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Supaya bening ya, Mbak Uniek Kaswarganti.
      Sama-sama, tentunya saya juga matur nuwun atas kunjungan panjenengan kemari.

  6. Susanti Dewi says:

    suatu contoh dgn kesimpulan yg menarik dari isi buku itu, sepertinya banyak juga cerita yg menarik lainnya dari buku tsb ya pak…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mbak Susanti Dewi, saya memang suka membaca buku yang di dalamnya ada contoh, cerita, atau kisah di dalamnya. Rasanya lebih ngena deh. Makasih ya, Mbak.

  7. Alhamdulillah, bukunya sdh direview disini. Terima kasih banyak ya, mas. Semoga isi buku ini bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi banyaj orang ya, mas

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Alhamdulillaah…, tentunya saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Mbak Hariyanti Sukma. Sungguh, banyak pelajaran dapat saya petik dari buku ini. Semoga bermanfaat bagi banyak pembaca ya, Mbak. Aamiin…

  8. Membaca ayat-ayat Qur;an sungguh meneduhkan dan membuat hidup lebih berwarna dan penuh gairah. Semoga saya bisa mengamalkan isi dan istiqamah membacanya….Terima kasih ya Mas 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali ya, Mas Belalang Cerewet. Semoga kita senang dan semakin saja senang dalam membaca al-Qur’an secara rutin. Makasih juga ya, Mas 🙂

  9. alah bisa karena biasa. iyaaa… baca Al Quran memang harus dibiasakan. saya sukanya baca yang ada tafsirnya kalau mau belajar, jadi sekalian ngerti artinya dan bisa baca2 kisah dan nasehat di dalamnya 🙂
    bukunya bagus banget 🙂 semoga bisa segera beliiii

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sepakat saya sama Mbak Argalitha. Sungguh membiasakan diri dalam kebaikan, termasuk membaca al-Qur’an, inilah yang penting. Makasih banyak atas kunjungannya ya, Mbak.

  10. Idah Ceris says:

    Analogi yang sederhana, tapi membawa perubahan, dampak yang luar biasa ya, Pak.

    Seperti yang sering dikatakan Ibu saya, bahwa pintar itu bisa dibuat. Kalau ada kemauan untuk pintar. 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, Mbak Idah Ceris, saya juga sepakat dengan ibu Mbak. Makasih banyak ya, Mbak, telah singgah kemari.

  11. sabda awal says:

    saya udah pernah baca permisalan itu mas, memang kita terkagum dengan apa yang dilakukan si kakek,, apalagi kalau kita bisa nyatakan itu dengan benar2 Alquran

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mas Sabda Awal.
      Semoga dengan demikian kita semakin senang membaca al-Qur’an ya, Mas.

  12. i Dot Me says:

    saya dulu lumayan lancar baca Al-Quran, tapi tambah dewasa jadi terlalu sibuk sama urusan duniawi. pingin belajar lagi baca biar kembali lancar, adakah tips buat saya pa ustadz?

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Tipsnya adalah mari kita kumpulkan sebanyak mungkin pemahaman dalam pikiran kita bahwa membaca al-Qur’an itu dahsyat manfaatnya, lebih-lebih dalam kehidupan di zaman yang kian tua ini.

  13. alhamdulilah pak ustad mereview buku yang sangat bermanfaat, aku akan segera membelinya , terima kasih banyak pak ustad semoga berkah.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Alhamdulillaah…
      Sama-sama, Mas Akbar Maulana, silakan…

  14. eksak says:

    yang penting baca dulu aja, walopun gak ngerti artinya. gitu kan, Mas? 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, baca saja, dengan kesadaran bahwa ini sedang membaca wahyu-Nya, membacanya adalah ibadah. Insya Allah lama-kelamaan akan mendapatkan anugerah semangat membacanya lebih jauh sekaligus pemahaman.

  15. Mastahta says:

    insya Allah setiap hari masih bisa menyempatkan waktu untuk membaca al-quran mas.
    jika tidak ba’da subuh mungkin waktu shalat lainnya. 🙂
    semoga saja bisa langgeng sampai akhir hayat. Dan terus belajar tajwid dan proses memerdukan suara biar kayak suaranya syeikh mishari al afasy

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Alhamdulillaah…, semoga senantiasa istiqamah ya, Mas.
      Aamiin ya Kariim….

  16. Saya minta izin untuk membeli nya ya pak, insya allah jika ada waktu luang pasti bakal ke toko buku untuk beli buku bapak dan merensensikan nya ke website saya

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Terima kasih banyak ya, Mas Akbar Maulana. Tapi, ini bukan buku saya, penulisnya adalah Mbak Hariyanti Sukma. Buku ini tidak beredar di toko buku pada umumnya. Namun, beli ingin mendapatkannya, silakan menghubungi Mas Belalang di link yang ada dalam postingan di atas.

  17. ulfa masniari harahap says:

    Setelah baca coment dulur dulur ku saya pengin membeli bukunya tlg saya pak de karena saya pingin belajar dari kakek tua itu suwoon pak de

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Monggo, Mbak Ulfa Masniari Harahap, silakan menghubungi penulisnya langsung dengan meng-klik nama penulis atau atau Mas belalang di alinea terakhir dalam postingan di atas.