Usaha Memenuhi Kebutuhan Keluarga

pengajian manten, pengantin, penganten, nikah, pernikahan, ustadz muhaimin azzet, kelurga bahagia, keluarga sakinahDalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga, terutama yang bersifat lahiriah, atau lebih spesifik lagi adalah persoalan ekonomi, sudah semestinya kita perlu berusaha sebaik dan semaksimal mungkin. Segala usaha yang baik dapat kita lakukan, termasuk juga senantiasa berdoa kepada Allah Swt. dan tidak pernah sedikit pun kita berputus asa dari rahmat Allah ‘Azza wa Jalla.

Allah Swt. berfirman:

“…Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf [12]: 87).

Orang yang tidak berputus asa dari rahmat Allah adalah orang yang membangun harapan hanya kepada-Nya. Orang yang demikian akan mempunyai semangat dalam hidupnya. Karena, dalam keyakinannya Allah akan selalu memperhatikan setiap usaha dan doa yang dilakukan hamba-Nya. Jadi, tidak ada yang sia-sia dalam hidupnya. Setiap usaha yang dilakukannya akan mengandung optimisme dan bernilai positif. Sehingga, dekat sekali ia dengan keberhasilan.

Sebaliknya, bila apa yang telah diupayakannya belum menuai hasil seperti apa yang diinginkannya, orang yang tidak berputus asa akan membangun sebuah kesabaran. Dan, kesabaran ini penting sekali nilainya untuk menjemput keberhasilan selanjutnya. Sehingga, pikirannya akan selalu positif, bahwa kegagalannya adalah keberhasilan yang sengaja Allah tunda untuk menunggu saat yang lebih tepat. Atau, kegagalannya bukanlah kegagalan yang sesungguhnya, melainkan Allah telah memberikan keberhasilan dalam bentuk yang lain.

Maka, upaya demi upaya semestinya dibangun agar seorang suami dapat menafkahi keluarganya. Dalam hal menafkahi ini, sebagaimana juga halnya dengan saya, mesti berusaha dengan serius sekaligus bersenang hati. Kenapa bersenang hati? Karena menafkahi adalah hal yang membahagiakan. Pada saat menikah, istri saya belum selesai kuliahnya. Apalagi, istri saya kuliah di fakultas teknik sipil sebuah universitas swasta; yang sudah barang tentu membutuhkan biaya agak lebih mahal. Ini adalah sebuah tantangan bagi saya agar semakin menyingsingkan lengan baju. Bekerja dan berdoa. Demikian pula dengan Sahabat.

Kuncinya Adalah Takwa

Setiap orang akan dihadapkan dengan tantangan dan permasalahan tersendiri dalam menafkahi keluarganya. Maka, hal utama dan pertama yang mesti kita lakukan adalah marilah kita bersungguh-sungguh berusaha untuk menjadi orang yang bertakwa. Kenapa takwa?

Dalam hal ini, sesungguhnya saya ingin mengajak kepada Anda untuk meyakini bahwa bagaimana luar biasanya pengaruh takwa dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh, di balik ini saya tidak mempunyai maksud sedikit pun ingin mengatakan bahwa saya sudah baik takwanya, sama sekali tidak. Saya sendiri masih belajar untuk sungguh-sungguh dalam bertakwa.

Marilah kita renungkan firman Allah Ta’ala berikut ini:

“…Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. ath-Thalaaq [65]: 4).

Sungguh, Allah Maha Benar dengan segala firman-Nya. Betapa kita telah meyakini itu. Bahwa Allah tidak mungkin atau mustahil berbohong. Tapi, ketika persoalan-persoalan hidup kadang kala membelit kita, mengapa kita tidak segera sambat kepada-Nya.

Atau, kadang kala kita memperbanyak berdoa, tetapi pada saat yang sama, kita justru lupa untuk membenahi ketakwaan kita. Inilah yang terpenting, membenahi dan memperbaiki ketakwaan kita. Tidak hanya pada saat kita sedang dalam persoalan saja kita berdoa dan memperbaiki ketakwaan. Namun, pada saat kita sedang dalam kesenangan, ketakwaan harus tetap senantiasa dijaga, bahkan sangat perlu ditingkatkan.

Sama sekali tiada kerugian bagi orang yang menjaga dan meningkatkan ketakwaannya, baik untuk kehidupan di dunia, apalagi untuk kehidupan akhirat. Banyak sekali keuntungan yang akan diperolehnya. Orang yang bertakwa akan diberikan kemudahan oleh Allah Swt. dalam segala urusannya.

Sungguh, kemudahan adalah hal yang didamba oleh setiap manusia. Siapakah yang suka pada kesulitan? Sudah barang tentu tidak ada. Maka, dengan bertakwa seseorang akan banyak sekali menemukan kemudahan, baik itu dalam urusan pekerjaannya, mendidik dan membina anak dan istrinya dalam menuju kebaikan, maupun kemudahan-kemudahan dalam menjalani kehidupan di akhirat kelak sehingga ia diberikan kemudahan untuk masuk surga. Duh, betapa luar biasa pengaruh takwa bagi kehidupan seseorang.

Semoga kita termasuk hamba-Nya yang bertakwa dan mendapatkan anugerah kebahagiaan dalam menjalani hidup bersama keluarga tercinta.

Salam hangat dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

This entry was posted in Keluarga and tagged , , . Bookmark the permalink.

18 Responses to Usaha Memenuhi Kebutuhan Keluarga

  1. Heri Purnomo says:

    Setuju Ustadz, Allah lah sebaik-baik pengharapan dan pemberi rizki. Bersama Allah kekhawatiran dan kegelisahan akan sirna.

    Terima kasih mauidhoh hasanah nya.

    salam dari Depok, Jawa Barat.
    HP

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Inggih, Pak Heri Purnomo, semoga kita dimudahkan oleh Allah Swt. untuk selalu bisa mendekat kepada-Nya. Sungguh, takwa inilah sebaik-baik bekal dalam menjalani kehidupan dunia menuju akhirat.

      Terima kasih juga telah singgah ya, Pak.
      Salam dari Jogja.

  2. Lidya says:

    berusaha, ikhtiar dan berdoa ya pak. Semoga kita termasuk orang yang bertakwa

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mbak Lidya, semoga dengan ikhtiar dan berdoa menjadikan kita semakin dekat dengan taburan rahmat Allah Swt. Semoga kita termasuk orang yang bertakwa. Aamiin…

  3. evrinasp says:

    suka dengan kalimat ini—–Orang yang tidak berputus asa dari rahmat Allah adalah orang yang membangun harapan hanya kepada-Nya. Orang yang demikian akan mempunyai semangat dalam hidupnya.

    dulu saya adalah orang yg putus asa, sering membandingkan diri sendiri dgn keberhasilan orang lian, tapi itu justru tidak menyelesaikan masalah malah membuat diri makin terpuruk dan kalimat2 seperti di atas itu penting sekali untuk orang2 yang lupa bahwa Allah itu Maha Besar bukan masalah yang maha besar

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Terima kasih banyak, Mbak Evrinasp, semoga kita semakin bersemangat dalam mendekatkan diri kepada Allah Swt. Baik dalam keadaan sedang terhimpit masalah dan serba kekurangan maupun dalam keadaan sukses ini dan itu.

  4. subhaanallaaah… kena bgt dihati ustadz,trimakasih,sgt brmanfaat

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Subhanallah walhamdulillah…
      Sama-sama, Mbak Aira Abdullah, semoga kita senantiasa dalam rahmat-Nya.

  5. Lisna nur chairunnisa says:

    Tanpa disadari, saya masih sering mengeluh. Tetapi ibu saya sering mengingatkan bahwa hidup bukan untuk dikeluhkan. tapi untuk dijalani dengan sebaik-baiknya dan di syukuri. Semoga kita senantiasa bisa menjadi manusia yang selalu bersyukur dan bersemangat menjalani hidup 🙂

    Suka sekali dengan tulisan ini 🙂 terus mengingatkan kita bahwa ada Allah yang Maha Kaya

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Lisna Nur Chairunnisa, bila mengeluh malah rugi dua kali. Keadaan belum juga berubah, ditambah lagi hati yang tidak nyaman karena mengeluh itu. Maka, mari sabar bila belum sesuai harapan dan segera bergerak untuk memohon kepada-Nya sekaligus berikhtiar mengubah keadaan. Makasih juga telah singgah kemari yaa 🙂

  6. Manusia memang terkadang ingat dan mengadu panjang lebar pada Alloh jika sedang dalam kesempitan. Di kala banyak kemudahan dan kelapangan terkadang lupa berterimakasih dan bersyukur. Naudzubillahi min dzalik

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar apa yang sampean sampaikan itu, Mbak Indah Sulistyowati. Itulah ada ungkapan bahwa ketika diuji dengan kesulitan banyak manusia yang berhasil, akan tetapi ketika mendapatkan ujian berupa kesenangan justru banyak yang gagal.

  7. kafaqi says:

    Sll adem kalo membaca tulisan ustadz… Alhmdlh sampe skrg ttp eling sm Gusti Alloh. Meski terkadang pengen ini itu tapi msh merasa cukup dg pemberiannya… OOT, sy menyambung kembali silaturahim dg ustadz, udah lama bgt gak kemari, sekalian sy ijin mengutip salah satu doa di buku panjenengan yg pernah sy beli… Doa menyambut bulan Ramadhan. Semoga diperkenankan ya tadz…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Alhamdulillaah…, benar sekali, merasa cukup itu penting banget ya, Sob. Ohya, silakan dikutip, Sob, semakin bermanfaat bagi kita bersama. Makasih banyak atas kunjungannya kembali yaaa 🙂

  8. Irly says:

    Baca tulisan ini jadi ingat lagu Nasida Ria yang judulnya Usaha dan Doa deh Ustad.. Saya kutip sedikit ya..
    “Dari langit hujan ke bumi
    Tuhan telah jadikan rizki
    Manusia harus berusaha
    untuk bekal hidupnya

    Berimanlah dan bertaqwalah
    ke hadirat Allah yang Esa…

    Janganlah hanya berdiam diri
    mengharap rezeki datang sendiri..”

    Isinya standar, gak puitis, tapi dalem banget maknanya..

    Jadi kesimpulan yang saya tarik dari tulisan Ustad adalah “Bertakwa itu tidak mudah, namun akan memudahkan hidup dunia akhirat”

    Panjang ya komentar saya? ga papa kan Ustad? Ini namanya excited^^

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Waah, makasih banyak ya, Mbak, jadi ingat Nasida Ria neh, yang dulu terkenal bangeeet. Lirik lagunya memang bagus-bagus. Benar sekali, Mbak, bertakwa memang tidak mudah, tapi dengan bertakwa membuat hidup menjadi mudah 🙂

  9. Semoga kita termasuk orang orang yang bertakwa aminn