Rumahku Surgaku

rumahku surgaku, amazzet, akhmad muhaimin azzetMembuat rumah yang kita tempati terasa menyejukkan bagi setiap penghuninya, membuat betah, dan membahagiakan sungguh penting untuk kita upayakan. Betapa indah tinggal di rumah yang seperti ini. Maka, inilah rumah surgaku.

Upaya yang paling penting, rumah sebagai tempat tinggal hendaknya digunakan sebagai tempat memperbanyak shalat atau ibadah. Marilah kita renungkan firman Allah Ta’ala berikut:

“…dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu shalat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus [10]: 87).

Senada dengan firman Allah tersebut, Rasulullah Saw. juga bersabda:

“Hendaklah kamu beri nur (cahaya) rumah tanggamu dengan shalat dan dengan membaca al-Qur’an!” (HR. Baihaqi).

Berkaitan dengan menjadikan rumah sebagai tempat untuk melaksanakan shalat ini, para sahabat Rasulullah Saw. berusaha senantiasa memperbanyak melakukan shalat di dalam rumah mereka, selain shalat-shalat fardhu. Misalnya, shalat Tahajjud, shalat Dhuha, shalat sunnah Rawatib, maupun shalat sunnah lainnya. Apalagi, kita bisa melaksanakan shalat di rumah bersama istri dan anak tercinta. Maka, semoga rumah kita menjadi semakin barakah. Allahumma aamiin.

Menjaga Kebersihan

Di samping itu, kebersihan di dalam rumah adalah hal yang tidak boleh dipandang ringan. Bukankah kita sudah sangat familier dengan ungkapan Rasulullah Saw. bahwa, “Kebersihan itu adalah sebagian dari iman.”

Kebersihan yang dimaksud di sini adalah bersih dari kotoran atau sampah yang bertebaran, maupun bersih dalam arti suci. Menjaga kesucian ini penting sekali, terutama bagi rumah yang bila kita memasukinya mesti melepas sandal atau sepatu. Kenapa? Kadang kala kita seusai berwudhu, dengan kaki yang masih basah, melewati lantai rumah kita untuk menuju tempat shalat atau keluar rumah menuju masjid. Nah, seandainya lantai rumah kita tidak terjaga kesuciannya, maka sudah barang tentu kaki kita yang masih basah lalu menginjak najis itu membuat kaki kita sudah tidak suci lagi. Apalagi, bila kita sedang mempunyai anak kecil yang masih suka mengompol di sembarang, menjaga kesucian ini menjadi lebih penting lagi untuk diperhatikan.

Menjaga kebersihan tidak hanya menjadikan penghuninya merasa nyaman untuk tinggal, menjadikan orang merasa senang memandang rumah kita, tetapi menjaga kebersihan ini juga termasuk hal yang disenangi oleh Allah Swt. Mengenai hal ini, marilah kita perhatikan sabda Rasulullah Saw. berikut:

“Sesungguhnya Allah baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, murah hati dan senang kepada kemurahan hati, dermawan dan senang kepada kedermawanan. Karena itu, bersihkanlah halaman rumahmu dan jangan meniru-niru orang-orang Yahudi.” (HR. Tirmidzi).

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa kita mesti menjaga kebersihan dan jangan meniru perilaku orang Yahudi, yang dalam asbabul wurud hadits tersebut dijelaskan bahwa orang Yahudi suka menumpuk sampah di halaman rumah. Maka, menjaga kebersihan ini adalah hal yang tidak bisa kita abaikan begitu saja bila kita telah mengaku sebagai hamba Allah Swt. dan umat Muhammad Saw.

Di samping itu, bersih dalam arti rapi, tertata, dan menjaga unsur keindahan. Dan, yang seperti ini bukan berarti membutuhkan perabot yang mewah dan mahal. Perabot yang sederhana, bila kita mampu mengaturnya dengan baik, maka ada keindahan di sana. Sebaliknya, yang mewah atau mahal, bila tidak tertata dan kebersihannya tidak terjaga, sudah barang tentu akan kurang menyenangkan bila dipandang.

Inilah baitii jannatii, rumahku adalah surgaku. Rumah yang menyenangkan dan menenteramkan. Rumah yang membuat penghuninya betah. Rumah yang membuat penghuninya sepulang dari kerja atau dari perjalanan, langsung merasakan damai ketika memasuki halaman dan membuka pintu.

Demikianlah tulisan sederhana ini dibuat dan semoga bermanfaat bagi kita bersama.

Salam keluarga bahagia,
Akhmad Muhaimin Azzet

This entry was posted in Keluarga and tagged , , . Bookmark the permalink.

32 Responses to Rumahku Surgaku

  1. baiti jannati semoga kita selalu diberi rumah yang penuh cahaya islami bukan rumah yang seperti kuburan yang tidak ada bacaan al Qur’an dan shalat sunnah dari para penghuninya

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Doa yang penting sekali itu, Sob, sebab rumah adalah tempat tinggal kita sehar-hari bersama keluarga.
      Aamiin ya Kariim…

  2. Lidya says:

    betul sekali pak rumahku istanaku. Walaupun menginap di rumah orang lain yang lebih bagus tapi tetap lebih betah di rumah sendiri

  3. Susindra says:

    Semoga saya bisa membuat rumahku sebagai surgaku nantinya. Saat ini masih belum karena semua anggota keluarga masih punya rasa enggan pulang ke rumah. Semua ingin pindah rumah tapi belum mendapat ijin ibu. Rumah juga ibarat gudang. semua saudara merasa berhak menitipkan benda tak terpakai/busuk/rusak dan asal menumpuk di depan rumah. 🙁
    Bagaimanapun.. harus disyukuri dan dikondisikan yg terbaik yang dapat dilakukan. Bukankah begitu pak?

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, Mbak, bagaimanapun harus disyukuri. Mewujudkan rumahku surgaku tentu berawal dari rasa syukur itu sendiri, di mana pun kita tinggal, baik rumah sendiri atau masih mengontrak, baik tinggal sendiri atau masih ikut bersama orangtua. Semoga senantiasa bahagia ya, Mbak. Aamiin…

  4. Adi says:

    Isilah rumahmu dengan sholat dan bacaan Al-qur’an, itu yang selalu saya ingat dari nasihat ibu saya pak ustadz.

  5. Asmadi says:

    Betul sekali itu…

  6. Rumah bagai surga bagi setiap penghuninya, namun menciptakan rumah seperti itu, tidaklah mudah ya Pak. Karena rumah yang bisa mejadi syurga itu bila di datenagi orang lain, katanya dapat dirasakan kesejukan dan betah bagi yang di sana, dan yang terpenting dapat mendatangkan keberkahan di tengah-tengah keluarga.

    Mungkin syurga di sini adanya keberkahan bagi penghuninya, tetangganya, dan orang-orang yang singgah di rumah tersebut mersakan adem kali ya Pak ?

    Makasih atas sharingnya

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, Pak Indra Kusuma Sejati, rumah yang bisa menjadi surga tentu akan terasa adem bagi anggota keluarga yang menghuninya, tamu yang mendatanginya, dan juga tentu menyenangkan para tetangganya. Betapa bahagianya.

  7. Awan says:

    Setuju Kang Azzet, sungguh senang jika bisa menjadikan rumahku sebagai surga. Jadi kangen keluarga dikampung 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mas Awan, rumah seperti inilah yang kita rindu untuk mendatanginya bila berada di luarnya 🙂

  8. Anton says:

    Adem mbacanya tadz… Smoga Allah menjadikan rumah kita sebagai surga kita di dunia. Rumah yang bersih fisiknya dan bersih juga perilaku/akhlaq dari para penghuninya… Mtrnuwun sudah di ingatkan tadz…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Alhamdulillaah…, semoga bermanfaat bagi kita bersama ya, Mas Anton. Tentunya matur nuwun juga telah singgah kemari.

      Allaahumma aamiin….

  9. Bener pak, saya tipe orang gak bisa lama2 diluar rumah. Mesti gak betah dan pengen pulang. Walau di rumah juga kadang gak ngapa2in. Hehe.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Berarti rumah adalah tempat yang dikangeni ya, Mas Hanif Mahaldi. Alhamdulillaah…, semoga kita bisa membangun rumah yang “adem” bagi setiap penghuninya.

  10. susanti dewi says:

    betul pa ustad, jika rumah selalu dihiasi sholat dan bacaan Quran, akan terasa adem

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mbak Susanti Dewi, maka mari kita lakukan dengan istiqamah karena-Nya.

  11. Titik Asa says:

    Uraian yang singkat namun bernas ini mengingatkan kembali akan fungsi rumah yang sebenarnya.
    Terima kasih mengingatkan saya kembali Mas…

    Salam dari saya di Sukabumi,

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Pak Titik Asa. Sama-sama ya. Makasih pula telah singgah kemari.

      Salam hangat dari Jogja.

  12. betul pak ustad 🙂

  13. Terimkasih pak ustad ulasan yang singkat namun sangat bermanfaat sekali dan juga salah sebagai salah satu pencerahan diri,,,salam sukses pak !!!

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Alhamdulillaah, sama-sama nggih. Terima kasih juga telah singgah kemari. Semoga bermanfaat bagi kita bersama. Salam sukses juga yaa…

  14. Itulah pentingnya menjaga rumah. Rumah yang baik mampu membuat penghuninya senang, nyaman da damai. Terima kasih ulasanya.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, benar sekali, Sob, jadi rumah merupakan tempat yang menyenangkan. Makasih juga telah berkunjung ke sini nggih.

  15. Setuju sekali dengan rumahku istanaku, karena itu harus selalu dijaga kebersihannya

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, menjaga kebersihan rumah itu penting sekali. Makasih banyak yaa.

  16. Terima kasih info tentang ini sangat bermanfaat.
    Semoga website ini terus menyajikan info yang menarik dan bermanfaat bagi pengunjung dan pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *