Membangun Kebahagiaan dengan Bertakwa

mengaji-berdzikir-bershalawat-nabi-bertakwa-foto-akhmad-muhaimin-azzetAllah Swt. berfirman:

“…Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. ath-Thalaaq [65]: 2-3).

Sungguh, luar biasa pengaruh takwa itu. Sebuah kata yang mudah dan ringan diucapkan, namun begitu berat dilakukan jika tanpa kesungguhan dan keimanan. Sebuah kata yang berikut definisinya dan juga tanda-tandanya dalam perilaku bagi orang yang bertakwa, sudah terlalu sering kita dengar. Pada setiap Jum’at pun, ketika khatib berada di mimbar, senantiasa berwasiat perihal takwa ini.

Sudah baikkah ketakwaan kita? Atau, jangan-jangan kita masih sangat jauh dari kesungguhan bertakwa? Mari kita introspeksi diri kita masing-masing dengan sepenuh kejujuran.

Sungguh, ketakwaan adalah modal dasar bagi siapa saja yang telah mengaku dan bersaksi bahwa dirinya adalah seorang muslim untuk meraih kebahagiaan. Sekali lagi, kebahagiaan yang dimaksudkan di sini bukan hanya kebahagiaan di akhirat semata, tetapi juga kebahagiaan untuk kehidupan di dunia ini.

Tetapi, sayang sekali, sepertinya masih banyak yang meragukan bahwa ketakwaan adalah modal dasar kebahagiaan bagi seseorang. Banyak yang percaya bahwa ketakwaan merupakan bekal seseorang untuk meraih kehidupan yang bahagia di akhirat. Tetapi, untuk kehidupan di dunia? Tidak sedikit yang sangat percaya bahwa untuk meraih kebahagiaan di dunia hanya bisa diperoleh dengan bekerja dan bekerja.

Padahal, dengan bertakwa dan bekerja secara bersungguh-sungguh, seseorang akan lebih mudah untuk mendekati keberhasilan.

Bahkan, bukan hanya untuk orang per orang Allah ‘Azza wa Jalla menjamin kehidupannya ketika dia mau bertakwa. Sekelompok orang atau kaum, atau seluruh penduduk negeri, jika mau bertakwa akan diberi keberkahan hidup oleh Allah Swt., sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya berikut:

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka barakah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. al-A’raaf [7]: 96).

Oleh karena itu, mari terus perbaiki ketakwaan kita kepada Allah Swt. Semoga dengan demikian, kita dikaruniai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Salam dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

This entry was posted in Keluarga and tagged , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Membangun Kebahagiaan dengan Bertakwa

  1. Ruli retno says:

    Aamiin… mudah2an kita semua termasuk muslim yg bertakwa ya pak

  2. Intinya, kalau negeri ini ingin makmur (lagi), keimanan dan ketakwaan masyarakatnya harus terjaga. 🙂

  3. Liswanti says:

    Amin. Dengan bertakwa, Insya Allah jalan kehidupan akan selalu lurus ya pa.

  4. angkisland says:

    benar sekali pak, kekuatan takwa yang Allah curahkan ini semoga terus dpt hidayah bertakwa pak dan makin mantap iman…insyaAllah aamiin.. semoga ujian Allah dpt diatasi dengan terus takwa aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *