Betapa Bahagia Orang yang Bertakwa

betapa bahagianya orang yang bertakwa, masjid perum minomartani, foto akhmad muhaimin azzetBagi orang yang bertakwa, sudah barang tentu tidak ada kecemasan dalam menghadapi segala persoalan yang membelit dalam kehidupan ini. Hidupnya senantiasa dalam senyum dan kebahagiaan. Rasa sedih akan hilang dengan sendirinya. Mengapa?

Karena segalanya telah dipasrahkan kepada Allah. Dari Allah segala persoalan (sebagai ujian) datang, dan kepada Allah pula kita pasrahkan. Bukankah Allah Yang Maha Kuasa juga akan mempermudah segala urusan jika kita mau bertakwa.

Hal ini bukan berarti dalam diri orang yang bertakwa tidak boleh ada cemas, khawatir, atau bersedih. Sama sekali tidak. Rasa takut, cemas, atau sedih itu wajar dan sangat manusiawi.

Namun, bagi orang yang bertakwa, rasa sedih, takut, atau cemas itu tidaklah akan berlarut dan berkepanjangan. Segalanya cepat dipasrahkan dengan hati yang lapang kepada Allah Swt. setelah ia berusaha dengan maksimal. Jika hal ini sudah dilakukan, maka kekhawatiran dan rasa sedih di hati itu akan segera hilang karena telah terhibur dengan keyakinannya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Allah Swt. berfirman:

“…Maka barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, maka tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. al-A’raaf [7]: 35).

Berdasarkan firman Allah tersebut, hal yang diperlukan oleh seorang muslim agar terbebas dari rasa khawatir yang berlebih dan bersedih hati adalah bertakwa kepada Allah Swt. dan mengadakan perbaikan.

Orang yang bertakwa dan mengadakan perbaikan maka ketakwaannya kepada Allah akan selalu bertambah. Mengapa bisa demikian?

Karena, mengadakan perbaikan yang dimaksudkan di sini adalah mengadakan perbaikan terhadap ketakwaannya itu sendiri maupun mengadakan perbaikan tingkah lakunya terhadap sesama manusia. Sehingga, kehidupannya dari ke hari akan semakin baik, di hadapan Allah Swt maupun di hadapan sesama. Bila sudah demikian, kehidupannya akan damai, tidak mudah khawatir, dan bersedih hati.

Demikian pula dalam urusan rezeki; yang dengan rezeki itu kita mencukupi segala keperluan hidup, termasuk biaya kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Meskipun kita meyakini bahwa rezeki itu bukan hanya dalam bentuk uang dan harta benda, namun kesehatan, jalan keluar dari kebuntuan, kesuksesan, dan beragam bentuk kebahagiaan juga wujud lain dari rezeki. Tetapi, apa pun bentuknya, bagi orang yang bertakwa, rezeki senantiasa ia minta dan dapatkan dari Allah Yang Maha Kaya.

Semoga kita termasuk orang yang bertakwa. Allaahumma aamiin…

Al-Faqir ila Rahmatilah,
Akhmad Muhaimin Azzet

This entry was posted in Ibadah and tagged , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Betapa Bahagia Orang yang Bertakwa

  1. Lidya says:

    rezeki sehat, punya keluarga yang harmonis juga termasuk rezeki tak ternilai ya pak

  2. Aku pernah baca hadits yang bunyinya, ‘ada dua nikmat yang manusia lalai daripadanya, nikmat sehat dan waktu luang’, simple tapi ngena banget rasanya pak. Semoga kita senantiasa diberi petunjuk oleh Allah untuk menjadi manusia yang bertakwa. Allahumma aamiin.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, Mbak Anggi Agistia, nikmat sehat dan waktu luang penting sekali untuk kita pergunakan dengan baik. Makasih banyak atas kunjungannya ya, Mbak. Semoga kita termasuk hamba-Nya yg bertakwa. Aamiin…

  3. Widya Herma says:

    Aamiin… Sebagai orang bertaqwa memang harus selalu melakukan perbaikan. terlebih lagi melakukan muhasabah diri sendiri. 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sepakat, Mbak Widya Herma. Semoga kita termasuk hamba yang bisa demikian. Allaahumma aamiin…

  4. Uwien says:

    aamiin ya Rabb.

  5. Semoga kita semua bisa menjadi orang yang bertakwa 🙂 dan menjadi orang yang lebih baik kepada orang lain

  6. Setelah membaca artikel ini semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. dapat menjadi hamba yang bertakwa kepada Allah SWt. terimakasih atas penjelasannya gan !

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *