Rumah yang Membahagiakan

Akhmad Muhaimin Azzet, JombangBagaimana membuat rumah yang kita tempati terasa menyejukkan bagi setiap penghuninya, membuat betah, dan membahagiakan?

Rasulullah Saw. menganjurkan agar rumah yang kita tinggali hendaknya senantiasa dijadikan sebagai tempat untuk berdzikir kepada Allah Swt. Bahwa rumah yang tidak pernah dipakai sebagai tempat berdzikir kepada Allah ibarat orang yang sudah meninggal. Mati. Tidak ada kehidupan. Sudah barang tentu, rumah yang seperti ini tidaklah menyenangkan untuk dihuni bagi orang yang hidup.

Beliau Rasulullah Saw. bersabda:

“Perumpamaan rumah yang dijadikan sebagai tempat mengingat Allah dan rumah yang tidak dijadikan sebagai tempat mengingat Allah adalah bagaikan perbedaan antara orang yang hidup dan orang yang meninggal.” (HR. Muslim).

Berdzikir di dalam rumah, dapat dilaksanakan seusai melaksanakan shalat. Masih di atas sajadah, masih menghadap kiblat, dan bersama istri tercinta. Namun, berdzikir di dalam rumah dapat juga dilakukan sambil duduk di ruang tamu menunggu saat senja tiba. Sambil beraktivitas atau berbenah. Bahkan, dari bangun tidur hingga menjelang istirahat malam, berdzikir hendaknya tidak lupa untuk dilakukan.

Berdzikir kepada Allah Ta’ala bisa dilakukan dengan memperbanyak kalimah thayyibah, doa-doa kebaikan, maupun membaca al-Qur’an. Dalam hal berdzikir dengan membaca al-Qur’an ini, Rasulullah Saw. memerintahkan:

“Perbanyaklah membaca al-Qur’an di rumahmu, sesungguhnya di dalam rumah yang tak ada orang membaca al-Qur’an, akan sedikit sekali dijumpai kebaikan di rumah itu, dan akan banyak sekali kejahatan, serta penghuninya selalu merasa sempit dan susah.” (HR. Daruquthni).

Ya, memang benar. Rumah yang tidak pernah dipergunakan sebagai tempat berdzikir kepada Allah, akan membuat penghuninya cenderung tidak suka melaksanakan perintah Allah Ta’ala. Kesukaannya cenderung mencintai hal yang bersifat kesenangan duniawi semata. Memperbanyak urusan makan. Menyenangi tontonan maksiati yang digelar televisi maupun VCD, ghibah, menjelekkan orang lain, maupun begitu mudahnya menyulut api pertengkaran. Dus, rumah yang tidak dipergunakan sebagai tempat berdzikir kepada Allah, akan membuat setiap penghuninya menjadi gerah.

Jadwal Rutin

Maka, dalam hal ini kita dapat membuat jadwal rutin yang mesti kita taati sendiri. Misalnya, sepulang dari shalat berjamaah Maghrib atau Shubuh di masjid, kita dapat istiqamah membaca al-Qur’an di rumah. Lebih bagus lagi, hal ini dapat kita lakukan bersama istri dan anak kita. Pada waktu jadwal tilawah al-Qur’an ini tidak boleh ada anggota keluarga yang melihat televisi atau mendengarkan radio.

Bila keluarga muslim sudah dapat melakukan aktivitas rutin dalam tilawah al-Qur’an ini, maka ketenteraman dan kebahagiaan dalam rumah tangganya insya Allah akan terbentuk. Sungguh, ini bukan hanya teori semata. Oleh karena itu, marilah kita membuktikannya dengan istiqamah dalam tilawah al-Qur’an. Anugerah dari Allah ‘Azza wa Jalla akan mudah diturunkan untuk orang-orang yang banyak berdzikir kepada-Nya; yang salah satu caranya dengan tilawah al-Qur’an.

Pembaca yang tercinta, marilah kita menjadikan tilawah al-Qur’an ini menjadi ciri khas yang utama bahwa keluarga kita adalah keluarga muslim. Betapa banyak kini rumah-rumah keluarga muslim yang dibangun dengan bagus, tetapi kita kesulitan menemukan ciri khas yang utama bahwa penghuninya adalah orang-orang muslim. Secara fisik tulisan “Assalamu’alaikum” bisa dipasang di atas pintu, demikian juga di ruang tamu bisa dipasang kaligrafi ayat al-Qur’an, atau bahkan gambar Masjid al-Haram. Tetapi, apakah hanya dengan itu telah menandakan bahwa penghuninya adalah seorang muslim?

Bahkan, yang lebih memprihatinkan lagi, di rumah memang ada kitab suci al-Qur’an, tetapi tidak pernah dibaca. Kalaupun dibaca, itu hanya pada saat tertentu, misalnya di bulan Ramadhan pada hari-hari awal atau minggu pertama ketika semangat bertemu dengan Ramadhan masih bagus. Setelah itu, al-Qur’an ditutup kembali. Inilah jadinya jika agama Islam hanya dipahami sebagai simbol semata. Secara fisik yang ia tampilkan memang Islam, tetapi secara ruhani dan perbuatannya jauh dari kenyataan yang semestinya dilakukan oleh seorang muslim yang sesungguhnya.

Padahal, betapa indahnya sebuah rumah bila setiap penghuninya senantiasa mampu berdzikir kepada Allah Swt. Maka, segala setan yang suka menggoda manusia menjadi tidak betah untuk ikut-ikutan tinggal di rumah tersebut. Para setan pergi menjauh dan tidak ingin kembali lagi. Sebaliknya, malaikat akan menyenangi rumah-rumah yang memancarkan cahaya karena digunakan sebagai tempat untuk berdzikir kepada Allah Swt.

Demikian tulisan sederhana ini dibuat dan semoga bermanfaat bagi kita bersama.

Salam Keluarga Bahagia,
Akhmad Muhaimin Azzet

This entry was posted in Hikmah and tagged , , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to Rumah yang Membahagiakan

  1. Lidya says:

    Membaca kitab suci tidak hanya di bulan ramadhan ya pak, tapi setiap hari.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, Mbak Lidya, membaca al-Qur’an secara rutin semestinya tidak hanya di bulan Ramadhan. Dan, di bulan Ramadhan ini justru semakin ditingkatkan. Semoga kita bisa ya, Mbak.

  2. Membaca Al Qur’an jika dilakukan terus menerus memang akan membawa hawa dingin dalam rumah itu 🙂 Subhanallah,,,

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Insya Allah keberkahan akan benar terasa bagi seluruh penghuni rumah ya, Mbak Dwi Puspita Nurmalinda.

  3. prih says:

    Bergetar hati membacanya Pak A.M.A., rumah yang membahagiakan bila RuhNya melingkupi seisi rumah melalui ketaatan.
    Terima kasih Pak, ikut menikmati kebahagiaan dari rumah maya ini. Salam

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Alhamdulillaah…, semoga bermanfaat bagi kita bersama ya, Mbak Prih. Sungguh terima kasih juga telah singgah ke lapak sederhana ini.

  4. Adi Pradana says:

    Bacalah… Iqro…

  5. Mechta says:

    Terima kasih sdh diingatkan, Ustadz… 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama-sama, Mbak Mechta, makasih juga telah singgah kemari yaa…

  6. angki says:

    Wah sungguh adem sekali nih…saya takjub baca postingan ini…Aamiin semoga saya segera memiliki rumah idaman aamiin
    semngat baca Qurannya

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Alhamdulillaah…., makasih banyak ya, Mas Angki, semoga bermanfaat bagi kita bersama. Dan, semoga kita senang dalam membaca al-Qur’an ya, Mas. Biar adeeemmm hidup ini.

  7. Amin says:

    Temukan manisnya keimanan dengan banyak berdo’a yang khusuk dan ihlas ya Pak Ustad..salam.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, Mas Amin. Semoga kita bisa merasakan manisnya iman. Salam juga yaaa.

  8. vizon says:

    Kemarin saya ngobrol dengan salah satu pembina rumah tahfizh di daerah Giwangan, topik yang kami bicarakan juga mengenai ini.. Saya sangat membenarkan hal ini, rumah yang dihiasi dengan lantunan ayat-aya suci, insya Allah akan membawa dampak positif bagi penghuninya. Semoga kita dapat terus konsisten dengan hal tersebut ya Mas Azzet..

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Uda Vizon, semoga kita bersama istri dan anak dimudahkan oleh Allah Swt. untuk istiqamah bisa membaca al-Qur’an. Sungguh akan terasa adem dan tenteram kehidupan rumah tangga kita. Aamin ya Allaah….