Muhasabah Keikhlasan

foto jepretan akhmad muhaimin azzetAllah Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Hasyr [59]: 18)

Keikhlasan adalah hal yang sangat erat kaitannya dengan keselamatan hidup di akhirat kelak. Oleh karena itu, agar kita tidak menyesal di sebuah masa yang kita tidak mungkin untuk kembali dan memperbaiki diri, maka melakukan muhasabah pada setiap usai melakukan perbuatan adalah hal yang harus dilakukan. Apakah kebaikan yang telah dilakukannya sudah ikhlas karena Allah atau belum? Dari muhasabah yang dilakukan secara rutin itu akhirnya kita dapat memperbaiki diri.

Berkaitan dengan pentingnya untuk melakukan muhasabah ini, Umar bin Khathab r.a. pernah menyampaikan, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab.” Ya, menghisab atau menghitung-hitung diri setiap usai melakukan sebuah amal penting untuk dilakukan agar amal berikutnya semakin berkualitas di hadapan Allah Swt. sehingga kelak ketika diperhitungkan di Hari Perhitungan tidak ada penyesalan yang berkepanjangan.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

This entry was posted in Hikmah and tagged , , . Bookmark the permalink.

50 Responses to Muhasabah Keikhlasan

  1. Heri Purnomo says:

    Terima kasih mauidzah hasanahnya Ustadz. Serasa sejuk menerima nasehat-nasehat seperti ini. Rasanya banyak sekali amalan-2 yang belum sepenuhnya bernilai ikhlas.
    Mohon doanya semoga bisa mengikuti jejak dan perilaku Umar Bin Khatab. 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama-sama, Mas Heri Purnomo, makasih juga telah singgah kemari. Semoga setiap amalan kita senantiasa ikhlas ya, sungguh betapa pentingnya hal ini.

      Iya, mari kita saling mendoakan dalam kebaikan.

  2. makasih pa ustadz..
    adem dech bacanya ..

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama-sama, Mas, makasih juga telah singgah.
      Salam adem-adem ya…

  3. Pakies says:

    Saya sepakat Pak, bahwa ikhlas hanya bisa diraih melalui proses kesabaran dengan terus melakukan muhasabah diri. Bahkan terkadang kritikan orang lain terhadap kita juga merupakan jalan untuk menuju keikhlasan, karena orang lain mampu meneropong sedangkan kita tidak bisa melakukannya. Kritik tidak harus ditanggapi dengan patah semangat dan bersedih hati. Denga kritikan, Insya Alloh kita memperbaiki diri menuju jalan keikhlasan. Karena tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah, bukan ridha manusia. Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun.
    Lalu, kita bisa memahami bagaimana posisi kita dalam kata khalashuu, akhlashnaahum, akhlashuu, astakhlish, al-khaalish, dan khaalish
    Wallohu Ta’ala A’lam bishshowab

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Terkait dengan keikhlasan ini, saya selalu teringat nasihat ibu saya, “Nak, bila ibadahmu karena Allah, maka tak beda semangatmu di hadapan manusia atau ketika sendiri.”

      Benar sekali, Pak, kritik dari orang lain tak boleh membuat kita patah semangat, tapi hendaknya kita jadikan bahan bermuhasabah. Terus beramal, bukan mencari ridha manusia, tapi ridha Allah Ta’ala.

      Makasih banyak ya, Pak Ies, atas tambahannya yang penting tersebut.

  4. Fauzul Andim says:

    pentingnya untuk mengukur diri sendiri, post yang sangat bermanfaat ustadzz

  5. Abu Hafs says:

    Ikhlas dalam segala hal memang sangat sulis, harus senantiasa dilatih dgn banyak beramal dan muhasabah!

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, Mas, harus senantiasa dilatih dengan banyak beramal yang diringin pula dengan muhasabah. Makasih banyak ya…

  6. Iwan says:

    Super sekali pak…
    Kakek saya pernah menasehati yang kurang lebih intinya sama. Lagipula, ikhlas juga bikin tubuh jadi sehat, ga banyak pikiran. 🙂

    Btw, salam kenal pak …

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Terima kasih banyak ya, Mas Iwan. Bersyukur sekali punya kakek yang menasihatkan yang penting ini. Betul, Mas, ikhlas juga bikin sehat, bahkan jiwa dan raga 🙂

      Salam kenal juga ya….

  7. Betul sekali pa’Ustadz, kalau dipikirkan hidup itu perlu keseimbangan dalam semual hal, kalau tidak seimbang kemungkinan terjadi hidup yang tidak bermakna. Jadinya ber-muhasabah, jadi sebuah proses yang penting.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Muhasabah penting sekali agar langkah-langkah ke depan lebih baik lagi ya, Mas Budi Nurhikmat.

  8. HM Zwan says:

    Alhamdulillah,sore2 bw membawa berkah…sedang dan terus belajar ttg keikhlasan pak azzet 😀

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Alhamdulillaah….
      Sama, Mbak, juga sedang belajar tentang keikhlasan neh. Semoga dimudahkan ya, Mbak.

  9. Mechta says:

    ikhlas… kadang mudah diucapkan, namun sulit dibuktikan… hanya kita dan Allah yang tahu… terima kasih sdh diingatkan, mas.. 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mbak Mechta, yang mudah diucapkan belum tentu mudah diamalkan. Oleh karena itu, mari terus belajar dan berbenah. Sama-sama, makasih juga ya….

  10. Lidya says:

    iklas dalam melakukan apapun ya pak. semoga saya juga bisa senantiasa ikhlas menjalani kewajiban sebagai ibu rumah tangga

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, dalam melakukan apa pun kebaikan. Semoga bisa ya, Mbak Lidya. Aamiin….

  11. Rahmi Aziza says:

    slalu ingin menjadi pribadi yang ikhlas, tapi susaah, harus banyak berlatih 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mbak Rahmi Aziza, harus banyak berlatih neh…
      Tak jarang diri ini jatuh bangun ya…. 🙂

  12. Anton says:

    benar sekali, penting utk sll melakukan muhasabah krn ikhlas sgt mudah utk diucapkan tetapi sulit dlm prakteknya. Hanya Allah SWT yg mengetahui seberapa keikhlasan setiap hamba-NYA saat melakukan amal…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sangat setuju, Mas Anton, kita mesti senantiasa bermuhasabah dalam hal ini. Sebab, amal yang pada mulanya ikhlas pun, ketika di tengah jalan mendapat pujian dan membuat hati kita gembira sehingga mengurangi keikhlasan karena Allah, sungguh tak jarang ini bisa terjadi.

  13. adeuny says:

    “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab.”
    tag save di memoriku…
    inget2 banyak dosa 🙁

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Sob, makasih banyak ya…
      Semoga senantiasa bisa memperbaiki diri.

  14. alhamdulillah.. pagi-pagi dah ada yang mengingatkan, betapa pentingnya ikhlas..
    jazakumullah khairan katsiraa

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Alhamdulillah…., sama-sama ya, Mbak Ummu El Nurien. Jazakumullah khairan katsiran wa jazakumullah ahsanal jaza.

  15. ” Berarti jika semalam jam 23.45 saya menyumbang karpet ke mushola ini sudah termasuk ikhlas ya Pak Ustadz. Kan nggak ada yang tahu dan saya juga nggak crita2 kepada siapapun,” kata Cak Kodar.

    ” Lha ituuuuuuuuuuuu,”, kata peserta tauziah di mushola Pak Ustadz Muhaimin serempak.

    terima kasih pesannya

    Salam hangat dari Surabaya

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      “Lha ituuuuuuu,” hahaha….
      Membaca gayanya dan ada Cak Kodar, saya mbatin ini mesti Pakde, ternyata benar adanya 🙂

      Sama-sama, makasih juga ya, Pakde.
      Salam hangat dari Jogja.

  16. awalmandiri says:

    Saya terkadang lupa untuk melakukan muhasabah. terima kasih atas pengingatnya.. 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Kalau begitu mari kita saling mengingatkan ya, Mas Awalmandiri 🙂

  17. rina says:

    muhasabah disiang hari…. masih banyak yg harus saya benahi.. ihiks…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Saya juga masih banyak je, Mbak Rina. Kalau begitu, mari sama-sama membenahi diri. Makasih banyak ya telah singgah.

  18. cahya says:

    Jadi keingat seorang Ibu pada saat saya Umroh pernah curhat masalahnya pd saya dan ingin bertanya ke Pembimbing Umroh yang kebetulan Ustad terkenal di kotanya gimana supaya bisa iklas? Kalau Pak Azzet akan menjawab apa?

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Kalau saya juga ditanya hal serupa, saya akan menjawab, “Jawaban dari ustadz terkenal itu sudah bagus kok, Mbak, tinggal dilatih saja untuk dipraktikkan sembari terus-menerus memperbaiki keimanan kita kepada Allah Ta’ala, karena ikhlas erat kaitannya dengan iman.”

  19. Ely Meyer says:

    Ikhlas itu membuat hati jadi damai ya pak 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, Mbak Ely Meyer, saya setuju sekali itu. Makasih banyak ya… 🙂

    • Selain damai juga ga pernah nyesel dengan apa yang telah kita lakukan buat orang lain mbak, ikhlas soalnya 😀

      Moga saja semua yang komentar juga ikhlas, ga pada marah kalau nggak dikunjungi balik ya pak Azzet 🙂

      • Akhmad Muhaimin Azzet says:

        Terima kasih banyak ya, Mas Tiyo Kamtiyono, atas tambahannya.

        Iya, jangan pada marah ya 🙂 Tapi, cepat atau lambat, insya Allah akan saya kunjungi balik kok, Mas, hehe….

  20. keke naima says:

    berarti introspeksi diri juga ya mas..

    sekalian mau ty disini aja ah yg ttg menulis buku itu. Sy tertarik bgt baca diskusinya mas Azzet sm mas Belalang Cerewet, berarti kl mau kirim penerbit itu langsung naskah aja ya jgn outline?

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mbak, termasuk introspeksi diri.
      Ohya, soal pengiriman naskah sesungguhnya Mbak nyamannya gimana aja kok. Bila itu penerbit sudah kita akui kualitasnya, selama ini saya belum pernah menemui yang melakukan tindak tak terpuji.

  21. Maya says:

    Muhasabah dalam keikhlasan? 🙂 Masya Allah, yuk~

  22. Ilham says:

    pengingat yang baik buat kita semua. kalo dilakukan sebelum bertindak bisa juga ya pak? misalnya direncanain dulu gitu berapa ikhlasnya yang mau disumbang/disedekah.. hehe

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Terima kasih banyak ya, Mas Ilham.
      Betul sekali, keikhlasan di sini termasuk merencanakan dan membangun niat hanya karena Allah Swt. sebelum beramal, menjaganya di tengah amal, dan tetap mengingat Allah Swt. setelah beramal.

  23. pakar seo menarik sekali kawan…bisa kah saya berbagi cerita juga???

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Terima kasih banyak ya, Mas.
      Ooo tentu saja boleh, mari berbagi cerita tentang kebaikan 🙂