Menikmati Hidup

Akhmad Muhaimin Azzet, panen ketela, JombangAda orang yang untuk beli beras susah. Maka, ia makan ketela pohon. Saat makan ketela itu ia merasa sangat miskin. Makan nasi saja tidak bisa. Ia makan ketela, tapi tak begitu menikmati.

Ada orang yang beli beras mudah. Tapi, ia memilih beli ketela. Ia menghindari makan nasi karena sakit gula. Saat makan ketela itu ia menikmati sekali karena ia ingin sehat.

Sob, pelajarannya adalah:

  1. Makan ketela bila kita memandangnya sebagai anugerah maka rasanya nikmat sekali.
  2. Jangan sampai kita baru menyadari nikmatnya ketela (dalam hal ini bermakna apa yang kita punya), setelah nikmat yang lain berkurang, karena sakit misalnya.
  3. Lebih parah lagi, jangan sampai tidak bersyukur. Memandang diri kurang terus. Sehingga lupa menikmati hidup ini.

Semoga tulisan pendek ini bermanfaat bagi kita bersama.

Salam dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

This entry was posted in Hikmah and tagged , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Menikmati Hidup

  1. Pakde Cholik says:

    Bersyukur tanpa syarat ya Mas karena nikmat Allah swt tak terhitung jumlahnya.
    Salam hangat dari Jombang

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Inggih, Pakde, bersyukur tanpa syarat karena nikmat Allah Swt. tak terhitung jumlahnya.
      Makasih nggih, Pakde, salam hangat juga dari Jogja.

  2. nia/mama ina says:

    Trims sdh di ingatkan pak ustadz…kadang sy sprti itu…kurang bersyukur dgn nikmat yg ada di depan mata…moga2 bs berubah jd lebih baik lg…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sami-sami, Mbak Ina, ini juga mengingatkan diri sendiri tentunya. Makasih juga telah singgah kemari ya, Mbak.

  3. Dunia Ely says:

    Jadi ingat barusan lihat ketela pohong gede gede di toko sini pak, ada juga ketela rambat putih, oranye dan ungu, Alhamdulillah jauh dari tanah air masih bisa menjumpai makanan lezat ini 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Alhamdulillaah…, ternyata ada ketela pohon juga ya, Mbak Ely. Istilahnya bisa untuk obat kangen ya, Mbak 🙂

  4. kafaqi says:

    Njih pak… lupa bersyukur krn sll memandang krg dg pemberian Alloh..naudzubillah, Smoga kita menjadi hamba2Nya yg bersyukur…Haturnuhun tadz

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Semoga kita bisa menjadi hamba-Nya yang bisa bersyukur ya, Sob. Allaahumma aamiin….

  5. tulisannya pendek tapi saya tercerahkan karna jarang bersyukur. hehehe. maksih ya pak sudah mengingatkan

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama-sama ya, Mbak Windah Saputro, makasih juga telah singgah kemari yaaa.