Membaca Shalawat Nabi Saw.

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf sedang memimpin pembacaan shalawat Nabi (foto: @muhaiminazzet)

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf sedang memimpin pembacaan shalawat Nabi (foto: @muhaiminazzet)

Membaca shalawat untuk Nabi Muhammad Saw. adalah amalan yang mempunyai banyak keutamaan untuk dilakukan. Orang yang membaca shalawat atas Nabi Saw. satu kali saja—menurut beliau Saw.—akan mendapatkan balasan sepuluh kali. Itulah kenapa bagi orang yang menginginkan hidupnya mendapatkan banyak keberkahan dari Allah Swt., hendaknya memperbanyak shalawat untuk Nabi Saw.

Allah Swt. berfirman:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. al-Ahzab [33]: 56)

Ternyata, tidak hanya kita sebagai manusia yang perlu untuk membaca shalawat Nabi, berdasarkan firman Allah Swt. di atas, bahkan Allah dan para malaikat pun bershalawat untuk Nabi Saw. Menurut ulama tafsir, shalawat dari Allah Swt. berarti memberikan rahmat untuk Nabi Saw., shalawat dari para malaikat berarti memintakan ampunan, sedangkan shalawat dari orang-orang beriman berarti berdoa supaya diberi rahmat oleh Allah Swt.

Berkaitan dengan shalawat Nabi ini, marilah kita perhatikan beberapa hadits berikut, yakni Rasulullah Saw. telah bersabda:

“Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku sekali, Allah akan memberikan balasan shalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)

“Janganlah kamu menjadikan kuburanku sebagai hari raya, dan bacalah shalawatmu kepadaku, sesungguhnya bacaan shalawatmu akan sampai kepadaku, di mana saja kamu berada.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)

“Tidaklah seseorang mengucapkan salam kepadaku kecuali Allah mengembalikan ruhku kepadaku sehingga aku membalas salam(nya).” (HR. Abu Daud)

“Sesungguhnya Allah mempunyai para malaikat yang senantiasa berkeliling di bumi yang akan menyampaikan salam kepadaku dari umatku.” (HR. Nasa’i dan Hakim)

“Sesungguhnya manusia yang paling utama di sisiku kelak pada hari kiamat adalah mereka yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)

“Orang yang bakhil adalah orang yang apabila aku disebut, dia tidak membaca shalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)

Membaca shalawat Nabi Saw. termasuk doa yang sangat penting untuk dipanjatkan kepada Allah Swt. Mengenai hal ini, riwayat yang diceritakan oleh Ubay bin Ka’ab r.a. berikut sangat penting untuk kita perhatikan.

Ubay bin Ka’ab r.a. berkata, “Ketika telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah Saw. berdiri seraya bersabda, ‘Wahai manusia, berdzikirlah mengingat Allah, berdzikirlah mengingat Allah. Akan datang tiupan (sangkakala kiamat) pertama kemudian diiringi tiupan kedua. Akan datang kematian dan segala kesulitan yang ada di dalamnya.”

Ubay berkata, “Wahai Rasulullah, aku memperbanyak bershalawat atasmu, lantas berapa kadar banyaknya shalawat yang sebaiknya aku lakukan?”

Beliau Saw. menjawab, “Berapa banyaknya terserah padamu.”

Ubay berkata, “Bagaimana kalau seperempat (dari seluruh doa yang aku panjatkan)?”

Beliau menjawab, “Terserah padamu. Tetapi, jika engkau menambah maka akan lebih baik lagi.”

Ubay berkata, “Bagaimana jika setengah?”

Beliau saw menjawab, “Terserah padamu, tatapi jika engkau menambah maka akan lebih baik lagi.”

Ubay berkata, “Bagaimana jika dua pertiga?”

Beliau Saw. menjawab, “Terserah padamu, tetapi jika engkau menambah maka akan lebih baik lagi.”

Ubay berkata, “Kalau demikian, maka aku jadikan seluruh doaku adalah shalawat untukmu.”

Nabi Saw. bersabda, “Jika demikian halnya maka akan tercukupi segala keinginanmu dan diampuni segala dosamu.”

Demikian tentang shalawat Nabi Saw. Bahkan, dalam riwayat lain juga disampaikan bahwa Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda:

“Sesungguhnya doa itu terhenti antara langit dan bumi, tiada naik barang sedikit pun darinya, sehingga engkau bershalawat kepada nabimu.” (HR. Tirmidzi)

Oleh karena itu, dalam setiap doa yang kita panjatkan kepada Allah Swt., jangan sampai lupa hendaknya kita barengi dengan bacaan shalawat Nabi. Di waktu luang yang kita punya juga perlu kita isi dengan membaca shalawat Nabi Saw.

Demikian artikel sederhana tentang pentingnya membaca shalawat Nabi Saw. ini dibuat. Semoga bermanfaat bagi kita bersama.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

This entry was posted in Hikmah and tagged , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to Membaca Shalawat Nabi Saw.

  1. Idah Ceris says:

    Subhanallah. Janji Nabi atas sholawat bikin merinding. Istiqomah dlm bersholawat ya, Pak.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mbak Idah Ceris, mari kita banyak membaca shalawat Nabi agar hidup kita banyak mendapatkan rahmat dari Allah Swt.

      • mas says:

        Matur nuwun mas Akhmad, pas banget artikel di atas dengan yang pernah saya baca. Sayangnya, jangankan umat non muslim, umat muslim sendiri banyak yang melupakan bacaan yang sangat penting ini.

        • Akhmad Muhaimin Azzet says:

          Oleh karena itu, mari kita mulai dari kita, saudara-saudara, dan para sahabat untuk senang membaca shalawat ya, Mas.

  2. ysalma says:

    Shalawat salah satu tanda Nabi begitu menciantai umatnya ya Pak, begitu banyak manfaat yang akan diterima kalau rajin bershalawat.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, Mbak Ysalma, betapa Nabi Muhammad Saw. sangat mencintai umatnya, maka mari kita juga menunjukkan cinta kepada beliau Saw., yang satu di antaranya dengan membaca shalawat kepadanya.

  3. “Sesungguhnya manusia yang paling utama di sisiku kelak pada hari kiamat adalah mereka yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)

    Ah mesti mulai banyak baca shalawat dimanapun nich, makasih banget sharing tulisan nya. Jadi banyak ilmu 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, Mas, mari banyak membaca shalawat Nabi Saw. Ohya, sama-sama, Mas, makasih juga telah singgah kemari.

  4. Mechta says:

    Maturnuwun sudah mengingatkan akan hal penting ini, Ustad…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama-sama, Mbak Mechta, matur nuwun juga telah singgah kemari ya, Mbak…

  5. Pak, mau tanya, ucapan shalawat yg paling benar menurut bapak yg seperti apa ya? terima kasih. 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Mas Hanif Mahaldi yang baik, mengenai hal ini di kalangan ulama terjadi perbedaan pendapat. Ada yang berpendapat bahwa ucapan shalawat yang benar adalah yang diajarkan oleh Nabi Saw., satu di antaranya sebagaimana yang kita baca di tasyahud akhir saat shalat. Sementara ulama yang lain berpendapat, benar shalawat yang diajarkan oleh Nabi Saw. penting untuk diamalkan, namun membaca shalawat dengan redaksi yang lain juga tidak dilarang. Sebab, ini adalah amalah di luar ibadah mahdhah. Demikian, Mas, semoga bermanfaat.

  6. Amin says:

    Shalawat adalah bentuk berdo’a. Mendo’akan untuk Nabi tercinta. Berdo’a untuk orang lain akan dibalas oleh Alloh dengan kebaikan yang lebih baik, apalagi kita mendo’akan pada Nabi kita. sangat luar biasa…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, Mas Amin, sungguh benar sekali. Oleh karena itu, mari memperbanyak membaca shalawat Nabi Saw.

  7. Fiz says:

    Sebelum alam semesta diciptakan, terlebih dahulu Allah menciptakan Nur Muhammad. Jadi, kalau kita bershalawat, maka shalawat kita melewati masa di mana manusia, hewan, pepohonan, dan bumi tercipta. Maka ketika ingin bershalawat tidak ada salahnya jika aku mengajak gendang yang terbuat dari kayu ataupun kulit hewan untuk ikut serta. Mereka itu telah ada terlebih dahulu dari kita semua.

    *cuplikan Maiyah Cak Nun malam 27 Ramadhan 1434 H.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Alhamdulillaah…, makasih banyak ya, Mas, atas cuplikan harmoni yang indah dari Cak Nun tersebut.