Diketahui Orang atau Tidak Tetap Ikhlas

Harus ikhlas, foto akhmad muhaimin azzetSeorang sahabat berkata kepada Rasulullah Saw., “Ya Rasulullah, seseorang melakukan amal (kebaikan) dengan dirahasiakan dan bila diketahui orang dia juga menyukainya (merasa senang).” Rasulullah Saw. bersabda, “Baginya dua pahala, yaitu pahala dirahasiakannya dan pahala terang-terangan.” (HR. Tirmidzi)

Ada kalanya seseorang menyembunyikan amalnya agar dapat ikhlas karena Allah semata. Hal ini diperbolehkan di dalam Islam. Namun, ketika seseorang beramal dan ternyata orang lain mengetahuinya sehingga menjadikan hatinya senang, hal ini pun tidak merusak amal seseorang selama ia beramal dengan ikhlas karena Allah Swt. semata. Bahkan, menurut Rasulullah Saw. baginya dua pahala.

Dalam sebuah hadits yang panjang, Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Tuhanku telah berwasiat kepadaku dengan sembilan perkara, dan aku wasiatkan kepada kalian (untuk melaksanakannya). Tuhanku berwasiat: agar aku berlaku ikhlas, baik secara tersembunyi atau terang-terangan….”

Namun, yang menjadi masalah justru seseorang tidak jadi melakukan kebaikan karena manusia. Hal ini malah dianggap oleh seorang ulama shalih yang bernama Fudhail bin ‘Iyadh sebagai riya’. Beliau berkata, “Meninggalkan sesuatu amal karena manusia adalah riya’ dan amal (ibadah) karena manusia adalah syirik. Sedangkan ikhlas adalah bila kamu diselamatkan oleh Allah Swt. dari dua perkara itu.”

Demikian artikel singkat ini semoga bermanfaat bagi kita bersama.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

This entry was posted in Hikmah and tagged , , , . Bookmark the permalink.

56 Responses to Diketahui Orang atau Tidak Tetap Ikhlas

  1. penuliscemen says:

    wah bisa dapat dua pahala. tapi takut-takut jadi ria juga Mas.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Sob, bisa dapat dua pahala. Maka, supaya ga takut-takut, bismillah saja, Sob, lalu ikhlas saja karena-Nya.

  2. Bang Uddin says:

    Orang yang sabar berdiri ditempatnya sambil dilempari oleh berbagai kesulitan agar tetap tegar dan memperlihatkan ketulusanya dalam menyerahkan diri.

    Dipihak lain, orang yang bersyukur akan mendapat berbagai karunia dan pemberian agar mendekat sehingga keinginannya menjadi bersih. Orang yang bersyukur mengayunkan tangannya sambil mendekat sebagai rasa hormat, cinta, dan rindu kepada Allahn atas apa yang Dia perbuat kepadanya, sementara orang yang sabar tetap ditempatnya sebagai bentuk kesetiaan kepada Tuhannya.

    Orang yang bersyukur menundukan dirinya dengan kebajikan sampai merasa malu sehingga dia kembali kepada Allah, sementara orang yang sabar menundukan dirinya dengan ujuian sampai dia mudah dikembalikan, sehingga dia pun bisa taat kepad Allah.

    Orang yang bersyukur kembali kepada Allah dalam kondisi gembira, sementara orang yang sabar kembali kepada Allah dalam kondisi sedih. Syukur adalah kalbu gembira terhadap Allah, sementara dalam sabar ada rasa bingun dan kecewa. Syukur adalah lewat karunia dan nikmat, sementara sabar adalah lewat kesulitan dan kesukaran.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Alhamdulillaah…, terima kasih banyak ya, Bang Udin, atas tambahannya yang penting sekali tersebut. Semoga kita bisa menjadi hamba yang bisa bersabar sekaligus senantiasa juga bisa bersyukur kepada-Nya.

  3. Anton says:

    Benar sekali pak, kalo menurutku scr pribadi, beramal baik diketahui org lain juga tetap baik bahkan bisa mempengaruhi org lain utk melakukan kebaikan. Masalah ria atau tidak ya tergantung pribadi yg bersangkutan ya pak…thx atas pencerahannya pak…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mas Anton, untuk selanjutnya tinggal kita senantiasa belajar untuk bisa menata hati agar selalu bisa ikhlas karena Allah Ta’ala. Makasih banyak ya, Mas.

  4. ikhlas kadang susah susah gampang.. kadang bangga ketika bersendirian, pamer di keramaian.. namun teruslah beramal , dan berusaha menghilangkan perasaan2 yang tidak seharusnya,, insya Allah keikhlasan akan tumbuh..

    Terimakasih pak.. mudahan Allah karuniakan sifat ikhlas pada diri ini…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Saya setuju banget, terus saja beramal sembari terus juga memperbaiki diri, terutama dalam keikhlasan ini. Sama-sama, makasih juga ya, Mbak. Semoga Allah Ta’ala mengaruniakan keikhlasan kepada kita.

  5. Abed Nego says:

    Benar sekali Pak,ada baiknya kita berbuat ikhlas dengan setulus hati dan tanpa ada rasa ingin diketahui oleh orang lain, biarlah yang di Atas mengetahui apa yang baik kita kerjakan sesama kita manusia.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali. Allah Swt. Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu, termasuk relung hati kita. Oleh karena itu, ikhlas atau tidak betapa Allah pun mengetahuinya. Maka, sayang jika kita akhirnya tidak ikhlas.

  6. whiz says:

    subhanalloh…
    Semoga saya terhindar dari hal yang tidak diridloi Alloh.
    Lebih baik saya tetep menjalankan ibadah itu sebagai Uswah bagi orang lain daripada merasa sum’ah bagi orang lain.
    Seberapa kuat kita merahasiakan amal kita. Pasti nanti ketahuan juga jika ada yang menggunjingkan (dan akan menjadi dosa bagi orag lain)..
    contohnya: (rasa-rasan)
    Noname: ah..WHIz otu lho tidak pernah sedekah.
    WHIZ: oh..maaf saya selalu sedekah kok setiap hari, tapi saya rahasiakan.
    dari contoh di atas saya akhirnya mengaku juga kalo bersedekah.
    hehe..Perhaps baik sangka aja pada setiap tindakan kita sebagai Uswah…

    Salam buat Pak Azzet. Suwun postingnya 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      subhanallah walhamdulillah…
      Benar sekali, Mas, semoga kita terhindari dari hal yang tidak diridhai-Nya. Allaahumma aamiin…

      Setuju, Mas, lebih baik jadi uswah daripada sum’ah. Maka, mari terus-menerus beramal sekaligus berupaya untuk memperbaiki hati sekalgus memohon kepada Allah Ta’ala agar dikaruniai keikhlasan. Makasih banyak ya, Mas.

  7. Elmoudy says:

    Sungguh nasehat yang begitu teduh….hanya karena Allah lah semuanya bisa selamat.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Semoga kita dapat beramal dengan ikhlas ya, Mas. Sebab, inilah kunci penting dari diterima atau tidaknya amalan kita. Makasih banyak ya, Mas, telah singgah kemari.

  8. artha amalia says:

    kalau sepertiku yg suka bikin kuis2an buat bagi2 pulsa, gimana?

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Alhamdulillaah…, itu bagus sekali, Mbak Artha Amalia. Salut saya.

  9. Ilham says:

    harus dibiasakan ya biar ikhlas walau lagi ada yang menyaksikan atau tidak.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, Mas Ilham, kita perlu latihan atau pembiasaan dalam beramal agar bisa ikhlas. Makasih telah singgah ya, Mas.

  10. rina says:

    lagi belajar terus niy pak, supaya selalu ikhlas…

  11. lieshadie says:

    Insya Allah…selalu belajar ikhlas,,,

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama-sama, saya juga masih selalu belajar ikhlas. Makasih banyak ya….

  12. Mugniar says:

    Subhanallah. Kita harus berusaha, mau terang2an atau tidak tetapi tetap ikhlas ya mas Azzet …

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Subhanallah walhamdulillah…
      Iya, Mbak Mugniar, soal penting kayak gini memang harus diusahakan dengan baik ya, Mbak, agar tidak menyesal nantinya.

  13. ben says:

    Pekara ria ini sangat rentan sekali sebenarnya..
    karena bisa jadi kita tidak menyadarinya 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Sob, halus sifatnya. Oleh karena itu, mari kita selalu belajar dalam mengenali diri sendiri agar segera menyadarinya bila ada penyakit hati.

  14. Lidya says:

    diketahui atau tidak tetap iklash ya pak, kalua pun diketahui juga jangan sampai ria mungkin ya

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, Mbak Lidya, diketahui orang atau tidak mestinya tetap ikhlas, karena tujuan dari amal kita bukan orang lain, melainkan hanya Allah Ta’ala. Sungguh, betapa kita perlu terus belajar dalam hal ini.

  15. Alifianto says:

    Memang sangat suli kalo ngomongin ikhlas dan tidak ikhlas

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Mas Alifianto, sulit, tapi penting sekali ya, Mas. Maka, sulit atau tidak, hendaknya kita upayakan karena betapa pentingnya itu ya, Mas.

  16. iwan tidung says:

    Kadang ada niat berbuat baik agar orang lain ikutan untuk cenderung berbuat baik. Jadi, harus di ketahui banyak orang.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Bila demikian maka erat kaitannya dengan salah satu metode berdakwah. Bagus sekali, Mas.

  17. Mechta says:

    tergantung niat kita ya… dan semoga Allah senantiasa menjaga hati kita utk senantiasa ikhlas hanya karena DIA..

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Benar sekali, Mbak Mechta, semua amal memang sangat tergantung niatnya. Makasih banyak ya, Mbak, telah singgah kemari.

  18. Ikhlas bukan berarti tdk beramal

    Ikhlas melakukan krn Allah, meninggalkannya juga krn Allah

    Tdk ada yg menilai keikhlasan selain Allah yg Maha Mengetahui.

    Wallahu a’lam!

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sangat setuju, Mas Umar, dalam hal ini memang hanya Allah Ta’ala yang Maha Mengetahui. Makasih banyak ya…

  19. M. Syafi'i says:

    Memang masalah hati ya Pak Ustadz..

    Dan terkadang ikhlas perlu dipaksa agar terbiasa..

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Tepat sekali, Mas M. Syafi’i, hal ini memang masalah hati. Dan, ikhlas memang harus dipaksa pada awalnya bila belum bisa.

  20. Pakies says:

    Bukan perkara yang gampang menjaga hati agar selalu berada pada keikhlasan semata karena Alloh Ta’ala karena di sinilah senjata utama syetan dalam menggelincirkan manusia menuju syirik kecil yaitu riya’ dengan teknik-teknik yang sangat halus dan terkadang kita tidak menyadarinya. Kita menyangka telah berbuat ikhlas, ternyata dalam hati masih terbersit riya’ dan sum’ah. Maka kita tetap harus memohon pertolongan Alloh Ta’ala agar tetap dan mampu menjaga hati dari hal-hal yang demikian.
    Maka ketika kita mampu menesampingkan perkara riya’ dan sum’ah beramal dengan terang-terangan maupun sembunyi bukanlah sebuah masalah karena itu justru menjadi contoh untuk orang lain. Semoga kita tergolong orang-orang yang dijauhkan dari perkara riya dan sum’ah nggih Pak.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Saya sangat setuju, Pak Ies, bahwa di samping tetap berusaha menata hati, memohon kepada Allah Ta’ala agar dikaruniai keikhlasan sungguh penting untuk dilakukan. Sehingga, beramal secara sembunyi maupun terang-terangan tetap bisa ikhlas. Sungguh, semoga kita bisa. Allaahumma aamiin….

  21. payz0 says:

    ikhlas pahalanya sangat besar.. tapi pahala besar tentu sulit untuk mendapatkanya… intinya sulit untuk dapat keikhlasan.. ikhlas tidak bisa hanya dengan berucap “saya sudah ikhlas..”

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Meski sulit, bukan berarti tidak bisa ya, Mas. Oleh karena itu, mari kita senantiasa berusaha menata hati sekaligus memohon kepada-Nya agar dikaruniai keikhlasan yang penting ini.

  22. Sebenarnya berat juga ya, kalau orang yang punya niatan beramal tapi karena ada kemungkinan orang lain tahu lalu dia membatalkan disebut juga riya’. Benar – benar berat, lantas kalau semua dari kita menghindari syubhat dengan memastikan orang lain tidak tahu saat beramal, juga akan jadi masalah, karena orang yang belum pernah beramal tidak akan memiliki contoh.

    Benar atau tidak ini pak?

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Berarti kuncinya ada pada karena dan untuk Allah itu sendiri dari setiap amal kita ya, Mas. Baik sendiri maupun diketahui oleh orang lain. Bila demikian, amal ditampakkan agar sebagai secai contoh pun tidak masalah, karena sudah diniati dengan ikhlas karena Allah Ta’ala.

  23. dinie says:

    saya ingat betul kata-kata guru saya di MAN 2 dulu,

    orang yang takut riya’, sesungguhnya dia sudah riya’..

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Beramal kebaikan jangan sampai tidak jadi gara-gara takut riya’ ya, Mbak. Maju terus sambil terus juga menata hati agar ikhlas karena Allah Ta’ala.

  24. Heri Purnomo says:

    Menjaga hati memang sulit ya Ustadz. Menghidari riya’ pun bisa menyebabkan riya’ juga.
    Terima kasih ilmunya ya Ustadz. 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Oleh karena itu, kita perlu terus-menerus berupaya untuk menjaga hati ini, Mas. Karena setan pun terus-menerus menggoda kita.

      Sama-sama. Makasih juga telah singgah ya, Mas 🙂

    • Heri Purnomo says:

      insyaAllah ustadz, smg Allah Swt menganugerahkan kekuatan utk bisa ikhlas. 🙂

  25. r10 says:

    ikhlas itu terus dilatih .. dan ujian ini berlangsung seumur hidup

  26. Asep says:

    menarik sekali, dan saya sering mengalami hal ini walau bukan sebagai pelaku yang berbuat kebaikan dan kebajikan. Saya justru banyak mendengar kebaikan dan kebajikan seseorang dari orang lain, begitu pula sebaliknya.

    Kalau kebaikan dan kebajikan yang saya dengar dari orang lain, saya akan mengamininya. Jika keburukan dan kejelekan orang biarlah pecah di perut saya saja, Tidak sampai melebar kemana mana

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mas Asep, setuju saya. Mari kita banyak becermin dalam banyak kebaikan dan kebajikan yang dilakukan oleh orang2 yang jauh lebih baik. Makasih banyak yaaa….

  27. Berikan lalu lupakan 🙂

    Ikhlas.

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mas Isnan, berikan lalu lupakan.
      Makasih banyak telah singgah ya….