Betapa Penting Ikhlas Itu

Mari beribadah dengan ikhlas (foto jepretan akhmad muhaimin azzet)Dari Sulaiman bin Yasar, ia berkata, “Orang-orang meninggalkan Abu Hurairah, lalu Natil, seorang penduduk Syam, berkata kepadanya, ‘Wahai Syekh, ceritakan kepadaku sebuah hadits yang engkau dengar dari Rasulullah Saw.’

“Dia (Abu Hurairah) berkata, ‘Ya, aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda, ‘Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat kelak adalah orang yang mati syahid. Dia didatangkan, lalu ditanyakan tentang nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya, lalu ia pun mengakuinya.

“Kemudian, Dia (Allah) bertanya, ‘Apa yang telah kamu perbuat dengan nikmat-nikmat itu?’

“Dia menjawab, ‘Saya berperang karena-Mu sampai saya mati syahid.’

“Dia (Allah) berfirman, ‘Kamu dusta. Kamu berperang hanya ingin dikatakan sebagai seorang yang pemberani, dan (hal itu) sudah dikatakan (kepadamu).’

“Kemudian dia diperintah agar diseret wajahnya hingga dicampakkan ke dalam neraka. Dan seorang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Al-Qur’an; dia didatangkan, lalu ditanya tentang nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya, lalu ia pun mengakuinya.

“Dia (Allah) bertanya, ‘Apa yang sudah kamu perbuat dengan nikmat-nikmat itu?’

“Dia menjawab, ‘Saya mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Al-Qur’an karena Engkau.’

“Dia (Allah) berfirman, ‘Kamu dusta. Kamu mempelajari ilmu hanya ingin dikatakan sebagai orang alim. Kamu membaca Al-Qur’an hanya ingin dikatakan sebagai qari’, dan (itu) telah dikatakan (kepadamu).’

“Kemudian dia diperintah agar diseret wajahnya hingga dicampakkan ke dalam neraka. Serta orang yang diberi berbagai macam harta yang sangat melimpah oleh Allah. Dia didatangkan, lalu ditanya tentang nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya, lalu dia pun mengakuinya.

“Dia (Allah) bertanya, ‘Apa yang telah kamu perbuat dengan nikmat-nikmat itu?’

“Dia menjawab, ‘Saya selalu berinfak pada setiap jalan (perkara) yang Engkau sukai karena Engkau.’

“Dia (Allah) berfirman, ‘Kamu dusta. Kamu melakukan hal itu hanya ingin disebut sebagai orang dermawan, dan (itu) telah dikatakan (kepadamu).’

“Kemudian dia diperintah agar diseret wajahnya hingga dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)

Orang-orang yang berbuat baik karena riya’ atau ingin mendapatkan sesuatu dari orang lain, baik itu agar dipandang kebaikannya maupun pujian, sungguh hanya itulah yang akan diperolehnya. Lawan dari riya’ adalah ikhlas karena Allah Swt. semata. Sungguh, keikhlasan karena Allah Swt. inilah yang membuat perbuatan baik manusia diterima-Nya dan akan mendapatkan balasan nikmat yang lebih banyak.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

This entry was posted in Hikmah and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Betapa Penting Ikhlas Itu

  1. Lidya says:

    semoga selalu bisa berbuat ikhlas ya pak

    ———
    Iya, Mbak Lidya, semoga bisa. Allaahumma aamiin….

  2. niken says:

    Semoga selalu bisa meluruskan niat, melakukan segala sesuatu untuk mencari ridha Allah.

    ———
    Benar sekali, Bu Niken, betapa penting meluruskan niat dan untuk mencari ridha Allah Ta’ala. Semoga bisa nggih….

  3. Pakde Cholik says:

    “Eh ambil saja, nggak apa-apa kok, saya ikhlas”
    Begitu orangnya pergi eh dia ngomel : ” Sudah tahu mau ujian ehhh..nggak bawa penggaris..untung saya kasih ”
    Nah, itu nggak ikhlas kan walaupun bibirnya bilang ikhlas.

    Dalam sinetron religi berjudul “Kiamat Sudah Dekat” yang dibintangi oleh Dedy Mizwar, Saskhia A. Mecca dan Andre Stinky, pak haji ingin memiliki menantu yang menjalankan ilmu ikhlas.
    Andre yang ingin menyuting Saskhia berusaha mati-matian mempalajari ilmu tersebut. Aneka buku tentang ikhlas dikumpulkan dan dibacanya. Toh ilmu ikhlas belum diketemukan.

    Ketika ada pria lain yang kaya raya dan ilmu agamanya lebih baik juga ingin memperisteri Saskhia, Andre berkata : ” Pak Haji, saya rasa biarlah Saskhia disunting oleh laki-laki itu karena menurut saya laki-laki itu lebih pas dan mungkin bisa membahagiakan Saskhia”

    Pak Haji (diperankan oleh Dedi Mizwar) langsung berteriak : ” Nah itu dia..itu dia yang saya cari. Kamu, Andre, telah mengamalkan ilmu ikhlas. Kamulah yang akan menjadi suami anakku ”

    Komentar panjangbanget.com

    ———
    Hehehe…, sudah ngomong ikhlas-ikhlas kok di belakang ngomel. Inilah sepertinya yang sering terjadi di tengah kehidupan kita ya, Pakde. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk berkaca agar jangan seperti itu. Ikhlas memang tidak dilarang untuk diomongkan, juga tidak harus kalo ikhlas itu cukup disimpan dalam hati saja. Sebab, ikhlas lebih pada ketulusan untuk melakukan sesuatu hanya karena Allah Ta’ala semata. Tidak mudah memang. Tapi, karena ini penting, maka kita harus belajar dan belajar.

    Aha…, film itu lebih dari sekali saya melihatnya, Pakde. Saya suka sekali. Lucu. Seger. Sekaligus banyak pelajaran dapat dipetik di sana. Saya suka sekali adegan Andre ketika membangunkan Saprol untuk sama-sama mendengarkan suara orang yang sedang jatuh cinta, hehehe…. ternyata suara langkah dan tongkat tukang pijet keliling.

    Ohya, Pakde, alhamdulillah, tampaknya foto/image yang ada dalam artikel sudah bening tuh, Pakde. Alhamdulillah, makasih nggih.

    Jawaban komentarpanjangbangetjuga.com

  4. Dani says:

    ya Allah.. susah ya Pak Azzet ikhlas itu. Kalau yang sampai syahid aja masuk neraka karena ga ikhlas gimana saya ini ya..

    ———
    Dengan keinginan yang kuat dan terus menambah ilmu, semoga kita bisa menjadi hamba-Nya yang ikhlas ya, Mas Dani. Allaahumma aamiin….

  5. Cumakatakata says:

    Ikhlas perlu dilatih juga y pak Ustadz.

    saya juga pernah baca hadist diatas, di buku karangan Maulana Zakariyah tadz, benar2 buku/kitab yg luar biasa.

    ———
    Iya, Mas, perlu latihan dalam ikhlas ini. Wah, jadi pengen membaca kita tersebut. Makasih banyak ya, Mas.

  6. Assalamu’alaikum mas.

    Menurut saya; Ikhlas itu tak berbentuk, seperti halnya membuang ludah.

    Dan banyak yang diingkari manusia.

    “Dia (Allah) bertanya, ‘Apa yang sudah kamu perbuat dengan nikmat-nikmat itu?’”

    “Dia menjawab, ‘Saya selalu beribadah karena-Mu.’”

    “Dia (Allah) berfirman, ‘Kamu dusta. Kamu beribadah hanya inginkan surga.’”

    Kemudian dia diperintah agar diseret wajahnya hingga dicampakkan ke dalam neraka.

    Seperti yang dituliskan dalam kitab samawi, “Orang zalim, orang yang bribadah kepada-Ku karena berharap Surga atau karena takut Neraka. Andai Aku tak mnciptaknnya, apa Aku tak patut dsembah?”

    *Kenapa manusia selalu menginginkan surga, jika Allah jauh lebih indah darinya.

    ———
    Menurut ulama, memang ada tingkatan dalam soal ikhlas ini, (1) hanya mengharap ridha Allah Ta’ala, ini tingkatan tertinggi; (2) mengharap bahagia di surga dan dijauhkan dari neraka; (3) di samping akhirat, juga mengharap kebaikan dunia, misalnya shalat dhuha, di samping mengharap ridha Allah, juga ingin diberi rezeki yang berkah. Kesemuanya termasuk kategori ikhlas, asal bukan karena manusia, meskpun tingkatannya berbeda.

    Semoga kita termasuk golongan hamba yang bisa ikhlas ya, Mas.

  7. subhanalloh, hanya karena riya’ semua amalan yang kita sangka telah mendatangkan pahala surga justru sebaliknya menjerumuskan kita ke dalam neraka. Gimanapun juga menjalankan sesuatu karena orang lain tentu mengesampingkan ketauhidan Alloh. Nau’udzubillah semga kita diberikan kemudahan untuk menjauhi sifat yang demikian

    ———
    Benar sekali, Pak, riya itu fatal akibatnya. Semoga kita dihindarkan dari yang demikian dan digolongkan oleh Allah ke dalam golongan hamba yang bisa ikhlas. Aamiin….

  8. Allahumma ghfirly Ya Rabb…
    Keikhlasan itu letaknya dihati dan terkadang muncul riya itu scara tiba2, hanya istigfar yg mampu kita ucapkan semoga trhindar dr marabahaya riya ini..Syukran pencerahannya pak

    ———
    Iya, Mas, betapa penting kita untuk memohon ampunan-Nya itu. Sama-sama, Mas, makasih juga telah singgah kemari.

  9. keke naima says:

    maksud hati ingin ikhlas tp tergelincir jd riya.. semoga kita terus berusaha menjadi org yang ikhlas ya

    ———
    Nah…, itu yang perlu dihindari, Mbak. Makasih banyak ya….
    Aamiin….

  10. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet…

    Ternyata keikhlasan itu sukar untuk diperlihatkan dengan kata-kata dan perbuatan. Selalu sahaja disalah ertikan. Hanya Allah sahaja yang menjadi saksi atas keikhlasan kita. maka, usah disebut-sebut. Hulur dan lakukan yang terbaik kita mampu.

    Terima kasih atas ingatannya, mudahan ikhlas selalu mengiringi ibadah kita kepada Allah SWT. Aamiin.

    Salam takzim selalu dari Sarikei, Sarawak. 😀

    ———
    Wa’alaikumusalam wr.wb.

    Benar sekali, Mbak Fatimah, hanya Allah yang mengetahui keikhlasan kita, disebut atau tidak di hadapan manusia, itu hal lain. Oleh karena pentingnya ikhlas ini, semoga kita bisa ya, Mbak. Aamiin…

    Salam takzim juga dari Jogja.

  11. Assalamu’alaikum mas Amazzet, Salam kenal 🙂
    Tema tentang keikhlasan memang sangat mengelitik, sesuatu yang nampak remeh asal dilakukan dengan keikhlasan bisa saja menjadikan seseorang kelak menjadi penghuni surga.

    Itu yang salah satu yang saya ingat dari buku Niat dan Ikhlas karya Yusuf Al Qadrawi 😀

    ———
    Wa’alaikumusalam wr.wb.
    Salam kenal juga ya, Mas Tiyo. Benar sekali, hal yang tampaknya remeh, namun bila dilakukan dengan ikhlas, tentu nilainya besar di hadapan-Nya. Makasih banyak ya, Mas.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *