Bintang Untuk Emak; Buku yang Menginspirasi

Bintang Untuk Emak karya Pakde Cholik

Buku “Bintang Untuk Emak” karya Abdul Cholik.

Judul Buku: Bintang Untuk Emak.
Penulis: Abdul Cholik.
Penerbit: Sixmidad.
Tahun: 2015.
Tebal: 332 hlm.
ISBN: 978-602-0997-12-4

Harga: Rp.66.500.

Buku karya Pakde Cholik—demikian biasa sang penulis dipanggil—ini diluncurkan di Jombang, Jawa Timur, pada hari Ahad (23/8) belum lama ini. Acaranya meriah. Dihadiri oleh para blogger dari berbagai kota. Sungguh tak rugi saya jauh-jauh hari sudah memesan tiket kereta api dari Jogja untuk menghadiri acara ini.

Acara peluncuran buku dibuka dengan ramah tamah terlebih dahulu dengan menikmati bakso khas Jombang yang maknyus dan berbagai penganan yang sudah disediakan. Jujur, saya sudah menikmati bakso di beberapa kota, tapi rasa bakso Jombang belum ada yang ngalahin deh, hehe…

Setelah para undangan memenuhi lokasi acara, di antaranya Kang Yayat Sudrajat, Mas Junaedi, Mas Nuzulul Arifin, Mbak Sari Widiarti, Mbak Yuniari Nukti, Mbak Dwi Puspita, Mbak Tatit Ujiani, Mbak Niar Ningrum, Mbak Avy, Mbak Binta Almamba, Mbak Elsa, Mas Donny Erfantoro, Mas Rinanldy Purwanto, Mas Lukman, dll. Acara dimulai oleh Pakde Cholik dengan gayanya yang khas: penuh semangat sekaligus diselingi humor yang menyegarkan.

Pakde Cholik tampil bersemangat dengan humor yang menyegarkan.

Pakde Cholik tampil bersemangat dengan humor yang menyegarkan.

 

Dalam peluncuran buku ini Pakde Cholik juga menceritakan tentang semangatnya menulis buku. Tentu saja ini juga melecut semangat para blogger yang hadir untuk menulis buku.

Tiga Inspirasi Penting

Setelah Pakde Cholik memberikan sambutan sekaligus meluncurkan bukunya, selanjutnya giliran saya diberi kesempatan untuk berbicara di acara yang seru itu. Kebetulan saya sudah membaca secara tuntas buku Pakde Cholik ini sebelum diterbitkan. Banyak inspirasi penting yang saya dapatkan dari buku karya Pakde ini. Namun, di kesempatan itu saya hanya menyampaikan tiga hal saja.

Pertama, Pakde Cholik memberikan inspirasi kepada pembaca untuk senantiasa senang dan berbakti kepada Ibu. Betapa Pakde banyak menceritakan sosok Emak dalam buku ini. Betapa Pakde banyak menyebut Emak dalam buku ini. Sungguh, bila kita ingin sukses dan bahagia, sang ibu kita yang tercinta adalah kunci penting yang tidak boleh kita lupakan.

Saya menyampaikan inspirasi penting dari buku Bintang Untuk Emak (foto milik Pakde Cholik jepretan Kang Yayat)

Saya menyampaikan inspirasi penting dari buku Bintang Untuk Emak (foto milik Pakde Cholik jepretan Kang Yayat)

 

Kedua, betapa penting bagi kita untuk senang dan terus berbuat kebaikan. Sungguh, perbuatan baik yang kita lakukan itu berpengaruh secara positif bagi kehidupan kita, saat ini maupun nanti. Pakde telah membuktikan dengan banyak keberhasilan yang bisa kita baca dalam buku ini.

Ketiga, inspirasi penting bagi kita semua, apalagi para blogger, adalah mari terus berkarya, dan di antara media penting yang tidak boleh kita tinggalkan adalah buku. MARI SEGERA MENULIS BUKU. Itu intinya. Bila di era tahun ’90-an kerap terdengar ungkapan “tidak mudah menerbitkan buku bila belum punya nama”, sungguh sekarang sudah tidak berlaku lagi. Jumlah penerbit buku semakin banyak. Semua membutuhkan naskah untuk diterbitkan. Maka, yang dibutuhkan penerbit adalah “karya”. Meski penulis baru, kalau karyanya bagus, maka lancar jalannya untuk diterbitkan.

Demikianlah. Setelah saya menyampaikan tiga hal tersebut dan berdoa bersama, acara dilanjut dengan foto-foto, makan-makan, dan menjalin keakraban tentunya. Berikut beberapa foto yang dapat saya tampilkan di postingan kali ini:

Betapa senang foto bersama Sang Penulis Buku "Bintang Untuk Emak"

Betapa senang foto bersama Sang Penulis Buku “Bintang Untuk Emak” (foto Pakde Cholik jepretan Kang Yayat).

 

Pakde Cholik didampingi Bude, sang istri tercinta, memotong kue ulang tahun.

Pakde Cholik didampingi Bude, sang istri tercinta, memotong kue ulang tahun.

 

Bersama Pakde Cholik, Mas Nuzulul Arifin, dan Kang Yayat Sudrajat.

Bersama Pakde Cholik, Mas Nuzulul Arifin, dan Kang Yayat Sudrajat.

 

Saya senang sekali dapat berjumpa dengan Mas Junaedi.

Saya senang sekali dapat berjumpa dengan Mas Junaedi.

 

Usai acara, Mas Nuzulul Arifin, berkenan ke rumah saya di Jombang, lalu berfoto di mushala dekat rumah.

Usai acara, Mas Nuzulul Arifin berkenan ke rumah saya di Jombang, lalu berfoto di mushala dekat rumah.

 

Ohya, bagi para sahabat yang ingin mempunyai buku yang inpiratif dan asyik dibaca ini, silakan inbox facebooknya Mas Belalang Cerewet.

Akhirnya, terus semangat ya, Sob, semoga kesuksesan menyertai dan kebahagiaan senantiasa mengiringi.

Salam hangat dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

This entry was posted in Buku and tagged , , . Bookmark the permalink.

24 Responses to Bintang Untuk Emak; Buku yang Menginspirasi

  1. Bahasa Pakde yang renyah membuat asyik baca buku ini ya Mas.
    Sayang sekali ga bisa bergabung bersama teman-teman di Megaluh…Salam 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Mas Belalang, tulisan Pakde memang asyik untuk dibaca. Ohya, jika waktu itu njenengan hadir, hmm… sego kikilnya itu lho, Mas, hehe… maknyus 🙂

  2. Jiah says:

    Waaa ramenyaaaa

    kenapa saya kalah produktif dr pak dhe??? #GigitJari

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Acaranya memang rameee, Mbak Jiah.

      Hehe…, Pakde Cholik memang produktif bangeet 🙂

  3. adi pradana says:

    Senangnya ya, bisa sharing pengalaman. nol besar saya kalau soal penulisan buku… hiks…

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Tentu senang sekali, Mas Adi Pradana. Ooo, tulisan2 Mas Adi di blog bagus-bagus, Mas, itu artinya untuk nulis buku bukan nol besar 🙂

  4. Pakde Cholik says:

    Terima kasih atas reviewnya yang jujur dan ciamik
    Salam hangat dari Jombang

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Sama-sama nggih, Pakde, terima kasih juga atas semua kebaikan Pakde.

      Salam hangat juga dari Jogja.

  5. nuzulul says:

    Key wordnya: terus berkarya!
    Blogger guru saya, beliau itu, Mas. 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Bener banget, Mas Nuzulul, itu kata kuncinya. Semoga kita bisa. Saya juga berguru kepada beliau 🙂

  6. momtraveler says:

    Pantesan pakdhe hidupnya selalu bahagia dan barakah..tetnyata kuncinya bakti pada ibu ya pak ustadz..memang ibu itu kunci bahagia dunia akhirat 🙂

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Betul, Mbak Muna, itu kunci yang sangat penting agar hidup kita bahagia dunia dan akhirat: berbakti kepada ibu.

  7. Lidya says:

    Malu sama pakde yang produktif & semangat menulis buku, Semoga pakde terus mengeluarkan buku baru yang bermanfaat

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Kalau begitu, mari kita berguru semangat kepada Pakde ya, Mbak Lidya.

  8. Irly says:

    Semoga teman-teman blogger bisa ikut jejak Pakde yang selalu semangat dan produktif, terutama lagi berkah^^

  9. game pc says:

    Mau donk baca buku karya dari Pak de, belinya dimana ya ?

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Silakan pesan ke Pakde langsung atau ke Mas Belalang yang linknya ada dalam postingan tersebut ya 🙂

  10. Pak, itu buku yang di cover-nya karya-karya bapak? Waw banyak juga ya pak, udah terbitkan berapa buku pak?

    • Akhmad Muhaimin Azzet says:

      Iya, Sob, alhamdulillaah…
      Buku yang sudah terbit, baik di Indonesia maupun di Malaysia, ada 20 judul lebih.

  11. Jadi inget Emakk , perjuangannya sangat besar dari saya lahir sampai sekarang ini 🙂

  12. Sangat menginspirasi sekali ceritanya gan. salam sukses iya gan !!!